Papua Pegunungan

Tragedi Pesawat AMA PK-RCY Dibakar KKB di Yahukimo hingga Pilot Asal AS Tewas

Iswandy Rusdi - detikSulsel
Jumat, 03 Jul 2026 08:32 WIB
Foto: dok istimewa
Yahukimo -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) diduga membakar pesawat milik PT Associated Mission Aviation (AMA) dengan nomor registrasi PK-RCY di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. KKB juga dilaporkan membunuh pilot pesawat asal Amerika Serikat (AS), Nicholas F. Goselin.

Tragedi ini terjadi di Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Yahukimo, Kamis (2/7/2026) pagi. Kasatgas Humas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Yusuf Sutejo membenarkan peristiwa tersebut namun masih dalam pendalaman.

"Kejadiannya benar, tapi terkait hal lainnya masih didalami. Lokasi sangat jauh di atas ketinggian dan terpencil hingga belum dapat dikonfirmasi oleh siapapun di sana," kata Kombes Yusuf kepada detikcom, Kamis (2/7).

Yusuf mengungkapkan bahwa Lapter Balinggama berada di ketinggian 2.292 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Tidak ada akses jalur darat sehingga hanya dapat dijangkau menggunakan penerbangan perintis.

"Bandara yang berada pada ketinggian sekitar 2.292 meter di atas permukaan laut menjadi hambatan petugas untuk tiba di lokasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca," tuturnya.

Yusuf menuturkan peristiwa ini terungkap dari rekaman video udara yang direkam oleh pilot dari maskapai lain yang sedang melintas di atas lokasi kejadian. Dari video beredar memperlihatkan sebuah pesawat dalam kondisi terbakar di ujung landasan.

"Sejak menerima informasi dan video yang beredar, kami langsung melakukan investigasi awal serta berkoordinasi dengan pihak maskapai. Namun hingga saat ini kami belum dapat memastikan informasi mengenai korban karena tim masih menunggu pengecekan langsung di lokasi," paparnya.

Personel Satgas Operasi Damai Cartenz dikerahkan ke TKP secara bertahap mulai hari ini, Jumat (3/7). Yusuf mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya informasi yang belum bisa dipertanggungjawabkan terkait insiden tersebut.

"Besok (hari ini) tim akan diberangkatkan menuju lokasi kejadian, sementara personel digeser secara bertahap. Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan memberikan kesempatan kepada petugas untuk bekerja secara profesional," tambah Yusuf.



Simak Video "Video Terpopuler Sepekan: Kasus Penyekapan Jakpus-Nadiem Divonis 10 Tahun Bui"


(hsr/hsr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork