Remaja berinisial AP (16) menebas seorang petani, AR (23) menggunakan parang yang diduga gegara dendam masalah keluarga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Serangan pelaku mengakibatkan korban yang kehilangan jari kelingking kini menjalani perawatan medis.
Insiden itu terjadi di Desa Allu, Kecamatan Alu, Minggu (14/6) sekira pukul 02.30 Wita. Pelaku dan barang bukti parang panjang yang dipakai menyerang korban telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
"Korban luka parah, kayaknya lepas itu jari kelingkingnya," kata Kapolsek Allu, Iptu Darwis melalui sambungan telepon, Minggu (14/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Darwis menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika korban yang mengendarai sepeda motor melintas di tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku yang saat itu sedang duduk santai di depan rumah kerabatnya langsung mencegat korban.
"Pelaku langsung berlari dan mencegat korban. Korban sempat turun dari motor kemudian berusaha melarikan diri namun dikejar oleh pelaku yang membawa parang panjang terhunus," terangnya.
Menurut Darwis, sejumlah warga yang saat itu juga berada di TKP sempat berupaya mengejar pelaku untuk mencegah terjadinya keributan. Namun dari kejauhan saksi melihat pelaku mengayunkan parangnya ke arah korban.
"Saksi sempat mengejar pelaku dengan maksud untuk melerai. Namun dari jauh saksi melihat pelaku mengayunkan parangnya berulang kali ke arah korban," ujarnya.
Darwis menyebut korban sempat berikan perlawanan menggunakan sebilah badik hingga menyebabkan pelaku ikut terluka. Warga yang berdatangan ke TKP langsung mengamankan parang milik pelaku.
"Barangkali saat itu (pelaku) hanya mau menakut-nakuti, tapi korban ini bawa badik akhirnya melawan juga. Pelaku terluka pada bagian pinggang," ucapnya.
"Warga yang berdatangan ke lokasi langsung mengambil parang panjang milik pelaku, mereka juga sempat melihat korban memegang sebilah badik," sambung Darwis.
Berdasarkan keterangan saksi, Darwis menduga persoalan dipicu dendam. Sebab, korban diketahui pernah menantang salah satu keluarga pelaku untuk berduel namun tidak ditanggapi.
"Mungkin ada dendam, karena sebelumnya korban dikabarkan pernah menantang salah satu keluarga pelaku untuk berkelahi. Mungkin ada penyampaian dari keluarganya pelaku, makanya saat korban lewat langsung dihadang," jelasnya.
(sar/ata)
