Pria berinisial JL (27) tewas ditikam wanita, AR (30) yang merupakan pacarnya sendiri di sebuah kos di Kota Jayapura, Papua. Pelaku kini diburu usai melarikan diri meninggalkan korban yang tergeletak bersimbah darah.
"Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban dan terduga pelaku diketahui memiliki hubungan sebagai pasangan kekasih dan telah tinggal bersama di kamar kos tersebut," kata Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP Alamsyah Ali dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).
Penikaman itu terjadi di sebuah indekos di kompleks SMU 4, Jalan Beringin, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Selasa (9/6) sore. Peristiwa ini bermula saat sejumlah penghuni kos mendengar teriakan minta tolong dari arah kamar korban.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah seorang saksi kemudian melihat korban keluar dari kamar sambil memegang bagian leher yang mengalami luka dan berusaha mencari pertolongan. Korban selanjutnya berjalan menuju tangga dan turun ke halaman kos.
"Seorang penghuni kos lainnya sempat memberikan sehelai pakaian untuk menutupi luka yang dialami korban guna menghentikan pendarahan. Namun, saat berjalan keluar menuju depan rumah kos, korban akhirnya terjatuh dan tidak sadarkan diri," ujarnya.
Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan luka pada bagian leher sebelah kanan, luka pada bagian dada sebelah kiri. Di tubuh korban juga terdapat sejumlah luka lecet dan cakar pada tubuh korban.
"Tim identifikasi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya 3 unit telepon genggam, dokumen identitas, patahan pisau dapur beserta gagangnya, gunting kecil, serta barang-barang lain yang ditemukan di dalam kamar korban," paparnya.
Sementara itu, Kapolsek Jayapura Selatan, AKP Zakaruddin menambahkan jenazah korban dievakuasi ke RS Bhayangkara Tingkat II Jayapura untuk dilakukan proses visum. Pihaknya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut guna mendukung proses penyelidikan.
"Terduga pelaku saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit akibat luka yang dialaminya. Meski demikian, yang bersangkutan berada dalam pengawasan ketat aparat kepolisian guna kepentingan penyelidikan dan proses hukum selanjutnya," terang Zakaruddin.
Zakaruddin melanjutkan, saat ini penyidik masih mendalami seluruh keterangan saksi maupun barang bukti yang telah diamankan. Pihaknya masih mengusut kronologi dan motif peristiwa tersebut.
"Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena proses penyelidikan masih terus berjalan," pungkasnya.
(sar/asm)











































