Unjuk rasa mahasiswa di kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi V di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), berakhir ricuh setelah seorang pendemo nekat memukul anggota polisi. Pelaku yang ternyata massa bayaran tersebut kemudian ciut saat diringkus aparat.
Peristiwa bermula saat massa aksi menggeruduk kantor BWS Sulawesi V yang berada di Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro, Mamuju, Selasa (2/6) sekitar pukul 10.30 Wita. Awalnya, massa datang membawa sejumlah tuntutan terkait pengerjaan beberapa proyek di Balai Sungai Mamuju.
Kericuhan mulai pecah tidak lama setelah massa melakukan orasi secara bergantian dan membakar ban bekas di lokasi. Situasi pun semakin memanas saat petugas keamanan mencoba menghentikan aksi pembakaran tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hingga akhirnya, seorang anggota polisi berinisial HR tiba-tiba mendapat pukulan dari arah samping. Pemukulan tersebut membuat korban menderita luka memar di wajah dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Baru beberapa menit menyampaikan orasi, salah satu massa aksi langsung melakukan pemukulan kepada anggota Polresta Mamuju," ujar Kasi Humas Polresta Mamuju Iptu Herman Basir saat dimintai konfirmasi, Selasa (2/6/2026).
"Iya (korban) sudah buat laporan polisi dan sekarang sementara visum di Rumah Sakit Bhayangkara," katanya.
Demo ricuh di depan Kantor Balai Sungai Mamuju hingga polisi kena pukul. Dokumen Istimewa |
Pelaku Diburu Pakai Anjing Pelacak
Setelah video pemukulan tersebut viral, personel gabungan dari Polresta Mamuju, Brimob, dan Sabhara Polda Sulbar akhirnya turun tangan memburu pelaku. Pengejaran ini membuahkan hasil dalam waktu singkat.
"Tidak sampai 1x24 jam pelaku berhasil diringkus," ujar Kapolresta Mamuju Kombes Ferdyan Indra Fahmi saat konferensi pers di Aula Mapolresta Mamuju, Rabu (3/6/2026) malam.
Pelaku utama berinisial AR (47) akhirnya diserahkan oleh pihak keluarganya ke kantor polisi pada Rabu (3/6) sore setelah sempat bersembunyi. Sementara itu, seorang pria lainnya berinisial AN (36) sempat diburu hingga ke kawasan hutan dan area perkebunan di Kecamatan Simboro dengan bantuan dua ekor anjing pelacak unit K-9 Polda Sulbar.
"Operasi pengejaran terhadap pelaku ini melibatkan personel gabungan dari Polresta Mamuju, Brimob Polda Sulbar, dan Shabara Polda Sulbar," terangnya.
"Pihak kepolisian menegaskan proses hukum akan terus berjalan terhadap pelaku sesuai dengan ketentuan berlaku. Kasus ini terus didalami guna mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain," jelas Ferdyan.
Pelaku Ternyata Massa Bayaran
Hasil pemeriksaan mendalam mengungkap bahwa AR dan AN bukanlah mahasiswa, melainkan massa bayaran. Aksi unjuk rasa tersebut diduga kuat telah ditunggangi oleh kepentingan oknum pengusaha atau kontraktor yang merasa kecewa karena tidak mendapatkan paket pekerjaan atau proyek di kantor BWS tahun ini.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan awal terhadap tersangka, aksi ini digerakkan oleh salah satu pengusaha atau kontraktor," ujar Kombes Ferdyan.
"Ada indikasi kuat pemberian kompensasi atau pembayaran sejumlah uang dengan nilai tertentu, sekitar Rp 100 ribu per orang agar mereka mau turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa," terang Ferdyan.
Mengenai motif pemukulan, para pelaku mengaku melakukannya karena terbawa emosi saat melihat rekan-rekannya dilarang masuk ke dalam kantor. Polisi menegaskan akan terus mengejar aktor intelektual di balik aksi anarkis ini.
"Hasil keterangannya, kenapa melakukan pemukulan, keterangan yang bersangkutan adalah yang bersangkutan emosi melihat rekan-rekannya tidak bisa masuk ke dalam kantor," bebernya.
"Gelar perkara terus kami kembangkan ke arah aktor intelektual, penyandang dana, serta koordinator lapangan yang memobilisasi massa hingga berujung anarkis. Kami akan menetapkan tersangka lain yang bertanggung jawab atas aksi ini," tegasnya.
Pelaku sendiri sempat ditampilkan ke hadapan publik di Aula Mapolresta Mamuju. Tampak pelaku AR tertunduk dengan tangan terborgol dan mengenakan rompi oranye bertuliskan 'Tahanan'.
Pelaku sesekali melihat ke kamera wartawan sambil terus berjalan saat digelandang aparat. Pelaku terlihat tak lagi garang seperti saat menyerang aparat.

