Kronologi Geng Motor Lukai Warga-Serang Polisi di Kawasan Eks MTQ Kendari

Sulawesi Tenggara

Kronologi Geng Motor Lukai Warga-Serang Polisi di Kawasan Eks MTQ Kendari

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Kamis, 04 Jun 2026 14:09 WIB
Kabid Humas Polda Sultra Kombes Iis Kristian saat memberikan keterangan resmi terkait kasus penyerangan anggota geng motor di Kendari.
Foto: Kabid Humas Polda Sultra Kombes Iis Kristian saat memberikan keterangan resmi terkait kasus penyerangan anggota geng motor di Kendari. (Nadhir Attamimi/detikcom).
Kendari -

Geng motor bersenjata tajam (sajam) berbuat onar dengan cara menyerang warga dan merusak kendaraan di kawasan Eks MTQ Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Seorang polisi yang hendak mengevakuasi warga terluka turut menjadi sasaran para pelaku.

Peristiwa itu terjadi di kawasan pintu timur Eks MTQ Kendari Jalan H. Supu Yusuf Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kendari, Selasa (2/6) sekitar pukul 02.50 Wita. Para pelaku awalnya menyerang secara acak di lokasi kejadian.

"Jadi mereka menyerang pakai sajam secara membabi buta kepada masyarakat," kata Kabid Humas Polda Sultra Kombes Iis Kristian kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi yang menerima laporan masyarakat kemudian bergerak menuju lokasi. Para pelaku justru kabur saat petugas tiba di lokasi kejadian.

"Tim menghampiri korban warga yang mendapatkan ancaman dan penganiayaan, tetapi para pelaku berhasil melarikan diri saat polisi tiba di lokasi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sekitar 30 menit kemudian, geng motor kembali datang secara bergerombol. Mereka berjumlah sekitar 15 hingga 20 orang dan membawa berbagai jenis senjata tajam.

"Sekitar 30 menit kemudian datang lagi sekelompok pemuda sekitar 15 sampai 20 orang dan langsung melakukan penyerangan," ungkap Iis.

Saat itu polisi tengah mengevakuasi seorang warga yang sebelumnya menjadi sasaran kelompok tersebut. Namun para pelaku justru menyerang warga dan petugas yang berada di lokasi.

"Mereka menyerang masyarakat dan petugas kepolisian yang ada di situ," tutur Iis.

Sementara, Dirkrimum Polda Sultra Kombes Wisnu Wibowo mengatakan, polisi berupaya menyelamatkan korban yang mengalami luka. Korban kemudian dimasukkan ke dalam mobil untuk segera dibawa ke rumah sakit.

"Ada warga yang menjadi sasaran para pelaku dan saat itu anggota berusaha mengevakuasi korban ke dalam mobil," ujar Wisnu.

Namun upaya evakuasi itu mendapat perlawanan dari kelompok geng motor. Para pelaku mengadang kendaraan polisi sampai melakukan perusakan.

"Mereka menghalang-halangi proses evakuasi, memecahkan kaca mobil dan berusaha masuk ke dalam kendaraan," jelasnya.

Dalam kondisi terdesak, polisi yang mengemudikan mobil terpaksa menerobos kerumunan pelaku demi menyelamatkan korban. Dua motor milik pelaku tertabrak hingga masuk ke kolong mobil yang digunakan petugas.

"Teman-teman kepolisian memaksakan keluar dari lokasi tersebut untuk mengevakuasi korban sehingga terjadi insiden menabrak motor para pelaku," kata Wisnu.

Setelah melakukan penyerangan, Wisnu mengatakan kelompok tersebut langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap para pelaku.

"Pukul 03.00 Wita diamankan satu pelaku, kemudian pukul 16.00 Wita diamankan tujuh orang lainnya dan total saat ini sembilan orang," ungkapnya.

Sembilan pelaku yang diamankan masing-masing berinisial AL, FL, RM, DF, JR, EM, DK, UT dan UC yang masih berusia antara 19 hingga 25 tahun. Polisi turut mengamankan sejumlah sajam dan motor pelaku sembari dilakukan pengembangan lebih lanjut.

"Kami berharap masyarakat bisa tenang dan percayakan kasus ini ke pihak kepolisian," pungkas Wisnu.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads