Ingat Anak, Pengedar Narkoba di Konawe Selatan Nangis Saat Ditangkap

Sulawesi Tenggara

Ingat Anak, Pengedar Narkoba di Konawe Selatan Nangis Saat Ditangkap

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Sabtu, 30 Mei 2026 13:15 WIB
Polisi menangkap Saris (43) di Konawe Selatan dengan 132 gram sabu.
Foto: Pengedar narkoba Saris di Konawe Selatan, menangis saat ditangkap polisi. (dok. istimewa)
Konawe Selatan -

Polisi menangkap pengedar narkoba bernama Saris (43) di Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku menangis tersedu-sedu saat dijemput di rumahnya lantaran mengingat anaknya yang masih kecil.

"Total sebanyak 132 gram sabu yang kami amankan," ujar Kasatresnarkoba Polres Konawe Selatan Iptu Herman Eka Purnama dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Pelaku ditangkap di rumahnya di Desa Anduna, Kecamatan Laeya, pada Senin (25/5) sekitar pukul 23.30 Wita. Penangkapan dilakukan oleh personel Satresnarkoba Polres Konsel bersama Tim Gabungan Operasi Pekat Anoa 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Polisi awalnya menerima laporan terkait dugaan peredaran narkotika yang kerap terjadi di wilayah Kecamatan Laeya. Setelah mengantongi identitas pelaku, tim bergerak ke rumah target dan langsung melakukan penggerebekan.

"Saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti sebanyak lima saset yang berisikan narkotika jenis sabu dengan berat bruto 132 gram," terang Herman.

ADVERTISEMENT

Polisi kemudian melakukan penggeledahan lebih lanjut dan menemukan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba. Selain sabu, petugas menyita timbangan digital, bong atau alat isap, sendok sabu, hingga uang tunai.

"Kami juga mengamankan barang bukti lainnya seperti bong, timbangan hingga uang Rp 1 juta," beber Herman.

Sementara dalam video beredar dilihat detikcom, tampak sejumlah polisi sedang menginterogasi pelaku di dalam rumahnya. Pelaku sempat mengelak dan tidak memberikan keterangan kepada polisi.

Namun pelaku akhirnya mengakui menyimpan barang haram itu di rumahnya. Pelaku kemudian menangis tersedu-sedu dan memohon agar polisi tidak memperlihatkan penangkapan itu kepada anaknya.

"Jangan kasi lihat anakku pak, masih kecil kasihan. Saya kooperatif," ujar Saris kepada polisi.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads