Eks Kanit Narkoba Polresta Ambon Jadi Bandar Sabu, Raup Rp 20 Juta Per Hari

Maluku

Eks Kanit Narkoba Polresta Ambon Jadi Bandar Sabu, Raup Rp 20 Juta Per Hari

Muhammad Jaya Barends - detikSulsel
Minggu, 26 Apr 2026 13:37 WIB
ilustrasi pria diborgol
Foto: Ilustrasi penangkapan. (thinkstock)
Ambon -

Mantan Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon berinisial IT menjadi bandar narkoba jenis sabu hingga meraup omzet mencapai Rp 20 juta per hari. IT diamankan bersama kaki tangannya inisial RZ.

"IT ditangkap bersama RZ. Dulu sebelum dipecat dari dinas kepolisian, IT pernah menjabat Kanit Narkoba Polresta Pulau Ambon," kata Direktur Ditresnarkoba Polda Maluku, Kombes Indra Gunawan kepada detikcom, Minggu (22/4/2026).

Penangkapan itu berlangsung di sebuah hotel di kawasan Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Selasa (31/3) pukul 01.00 WIT. Polisi awalnya menangkap pria inisial AC alias MH.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat itu disita satu paket sabu siap pakai dari AC. Dari hasil pengembangan, sabu itu didapat dari RZ, kaki tangan IT. Keduanya kemudian ditangkap," jelasnya.

Dari hasil penangkapan itu, polisi menyita duit sebesar Rp 1,7 juta hasil penjualan Sabu. IR dan RZ selanjutnya menjalani pemeriksaan urine.

ADVERTISEMENT

"Jadi ada dana, dana dari hasil penjualan sabu. Kemudian IT mengaku (sabu) sudah habis terjual, kemudian lanjut pemeriksaan urine dan geledah juga," bebernya.

"Namun hasil pemeriksaan digital forensik dari HP-nya dan juga rekening-rekening dari segi debitnya itu kan (nilai transaksi mencapai) sekitar Rp 250 juta lebih," tambahnya.

Indra melanjutkan transaksi tersebut dimulai dari Januari, Februari, dan Maret. Indra menyebut pelaku IT meraup Rp 10 juta hingga Rp 20 juta per hari dari transaksi penjualan sabu.

"Jadi memang ada ya Rp 10 juta, Rp 20 juta tapi per hari. Tapi saat ini kita fokus di tiga (bulan transaksi) itu, nilai (transaksi) saja ada ratusan juta lah," jelasnya.

Indra menambahkan sabu didapat dari Buton, Sulawesi Tenggara dan Pulau Kalimantan. Sabu dikirim memakai jasa pengiriman.

"Pengakuan dia itu (sabu dikirim) ada dari Buton, ada dari Kalimantan gitu loh, ini lagi kita telusuri juga, dikirim pakai jasa pengiriman," tambahnya.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads