2 Wanita Peserta UTBK SNBT Unsulbar Kepergok Curang Pakai Alat Bantu Dengar

Sulawesi Barat

2 Wanita Peserta UTBK SNBT Unsulbar Kepergok Curang Pakai Alat Bantu Dengar

Hafis Hamdan - detikSulsel
Rabu, 22 Apr 2026 12:29 WIB
Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar).
Foto: Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar). (dok. Istimewa)
Majene -

Dua perempuan peserta Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) jalur Seleksi Nasional Berbasis Tes (SNBT) 2026 di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) kepergok melakukan kecurangan dengan menggunakan alat bantu komunikasi. Kedua perempuan itu diduga sindikat perjokian.

"Keduanya perempuan, dia bermukim di wilayah di luar Sulbar, datang ke Sulbar," ujar Plt Wakil Rektor 1 Unsulbar, Tasrif Surungan saat dihubungi detikcom, Rabu (22/4/2026).

Temuan kecurangan itu terjadi saat kedua perempuan melewati skrining metal detector sebelum memasuki ruangan ujian hari pertama atau pada Selasa (21/4) kemarin. Keduanya kemudian digeledah oleh panitia perempuan dan didapati alat bantu dengar dan handphone (HP) di balik pakaian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Alat itu kelihatan jadul, tetapi itu kelihatannya sudah diganti dia punya sistem ya. Di mana HP itu menjadi semacam decorder, jadi decorder itu kelihatan seperti HP, kemudian dia dihubungkan ke headset masuk ke telinga," terangnya.

Tasrif menegaskan pihaknya dalam kasus ini telah berhasil menangkal upaya kecurangan. Ia meyakini kedua perempuan itu merupakan sindikat yang bertugas membaca soal lalu mengirimkan ke kelompoknya.

ADVERTISEMENT

"Modusnya itu, dia bisa dilihat sebagai joki ya, di mana joki untuk menambang soal. Jadi, dia akan membaca itu (soal-soal) secara diam-diam dan itu kemudian terkirim suara itu ke pusat dia (kelompok sindikatnya)," katanya.

Ia menegaskan kecurangan dalam pelaksanaan UTBK tidak dapat ditolerir sehingga kedua perempuan itu otomatis terdiskualifikasi. Pihaknya pun telah melaporkan kasus tersebut ke panitia pusat nasional.

Selain itu, kasus ini telah dilaporkan kepada aparat penegak hukum (APH). Ia mendorong Polres Majene dan Polda Sulbar serius menangani kasus ini guna membongkar praktik perjokian di dunia pendidikan.

"Sebenarnya banyak yang bisa di-coverage dari saya ini. Indikasi hampir semua kecurangan itu dari dulu sampai sekarang itu 99 persen itu pilihannya adalah (jurusan) kedokteran," imbuhnya.

detikcom berupaya menghubungi Kapolres Majene, AKBP Muh Amiruddin dan Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Fredy untuk mengkonfirmasi perkembangan kasus itu. Namun keduanya belum memberikan respons.



(sar/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads