Organisasi Papua Merdeka (OPM) pimpinan Lekagak Telenggen melakukan penyerangan brutal di Kabupaten Puncak, Papua Tengah. Mirisnya, lima warga sipil termasuk balita ditembak usai pelaku membakar salah satu rumah.
Kapen Koops TNI Habema, Letkol Inf Wirya Arthadiguna mengatakan, teror itu terjadi di Kampung Muara, Distik Pogoma, Senin (13/4) pagi. Satgas Koops TNI Habema lalu dikerahkan melakukan operasi penegakan hukum di lokasi.
"Operasi dilaksanakan dengan fokus pembersihan wilayah yang diduga menjadi basis kelompok TPNPB-OPM Kodap III/Sinak pimpinan Lekagak Telenggen," ungkap Wirya dalam keterangannya, Rabu (15/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operasi tersebut bermula saat TNI menerima laporan warga di Pos Timobut. Dalam laporannya, sebuah rumah dibakar sejumlah pelaku yang membawa senjata api.
"Pembakaran salah satu rumah warga memicu kepanikan masyarakat setempat yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke pos TNI terdekat, yaitu di Pos Timobut," tuturnya.
Satgas Koops TNI Habema kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Prajurit TNI lebih dulu melakukan pemantauan memakai drone hingga ditemukan sejumlah anggota OPM.
"Satgas Koops TNI Habema segera melakukan operasi yang terencana dan terukur dalam rangka melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata tersebut," paparnya.
Wirya menegaskan, personel tetap memprioritaskan upaya membantu proses evakuasi warga yang terdampak. Namun saat berada di sekitar lokasi terjadi aksi kontak tembak antara tembak TNI dengan OPM.
"Pasukan segera menyisir dan bergerak ke lokasi kejadian serta terlibat beberapa kali kontak tembak dengan kelompok bersenjata di Kampung Muara," ucap Wirya.
Personel Satgas Koops TNI Habema berhasil memukul mundur pelaku ke arah Galupaga, Kampung Kembru. Para pelaku ternyata kembali melepaskan tembakan secara membabi buta saat melarikan diri.
Para pelaku diduga menggunakan senjata mesin otomatis ringan. OPM melepaskan tembakan ke arah Satgas Koops TNI Habema yang berada di sekitar pemukiman warga Kampung Muara.
"Dan mengakibatkan beberapa warga masyarakat terkena luka tembak. Tembakan tersebut diduga dilepaskan oleh pelaku yang berada di sekitar sungai di ujung Kampung Muara," ungkap Wirya.
Serangan OPM mengakibatkan 5 warga sipil mengalami luka tembak. Kelima warga tersebut masing-masing berinisial NK, AT, DW usia 3 tahun, AW usia 5 tahun, dan OW usia 6 tahun.
"Kelima korban luka tembak tersebut dan sebagian besar masyarakat pun akhirnya berjalan kaki puluhan kilometer dengan melewati medan pegunungan terjal mengungsi ke pos TNI terdekat," jelasnya.
Wirya mengatakan, korban luka mendapatkan pertolongan pertama di Pos Satgas Yonif 743/PSY di Kampung Tirineri, Kabupaten Puncak Jaya. Para korban lalu dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puncak Jaya.
"Pascaoperasi seluruh personel Satgas Koops TNI Habema masih melakukan pengamanan di sekitar Kampung Muara Distrik Pogoma guna mengantisipasi aksi susulan dari kelompok bersenjata," beber Wirya.
Wirya menegaskan, operasi dilakukan secara terencana dan terukur demi menjaga keamanan masyarakat. Serangan OPM terhadap warga dinilai sebagai bentuk pelanggaran hak asasi manusia (HAM).
"Kejadian ini sangat disayangkan, karena masih adanya aksi kekerasan dan intimidasi yang dilakukan oleh kelompok OPM kepada warga masyarakat," pungkasnya.
