Pemuda di Polman Sandiwara Dibegal Usai Gadai Motor demi Bayar Utang

Sulawesi Barat

Pemuda di Polman Sandiwara Dibegal Usai Gadai Motor demi Bayar Utang

Abdy Febriady - detikSulsel
Rabu, 15 Apr 2026 10:45 WIB
Ilustrasi: pembunuhan, mayat, bunuh diri, garis polisi, police line
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Polewali Mandar -

Pemuda berinisial Arham (24) nekat berpura-pura menjadi korban begal hingga membuat laporan palsu ke polisi di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Usut punya usut, pemuda itu baru saja menggadaikan motornya demi membayar utang.

"Ceritanya dia banyak utang sehingga digadaikan motornya, tapi karena takut sama orang tuanya makanya dibuatlah cerita rekayasa dibegal supaya motornya tidak dicari sama orang tuanya," kata Kapolsek Campalagian Iptu Arifuddin kepada wartawan, Rabu (15/4/2026).

Pemuda itu awalnya mengaku dibegal hingga motornya dibawa kabur di Jalan Trans Sulawesi, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Selasa malam (14/4). AR sampai sempat melukai diri sendiri untuk menguatkan ceritanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sempat dibawa ke Puskesmas untuk visum, dia lukai dirinya di Wono (Wonomulyo), tidak jelas dilukai pakai apa, makanya ada semacam goresan untuk meyakinkan keluarga kalau dibegal," terangnya.

Pemuda itu kemudian datang ke Polsek Tinambung membuat laporan palsu. Dalam laporannya, pria itu mengaku diancam menggunakan parang panjang oleh sekelompok orang tidak dikenal.

ADVERTISEMENT

"Dia itu kerja di Sidrap mau pulang kampung. Saat melapor, ceritanya dia diadang, dikejar pemotor lalu disuruh berhenti karena diancam menggunakan parang panjang," ungkapnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, pelaku terungkap mengarang cerita palsu. Pelaku telah menggadaikan motornya senilai Rp 6 juta dan memiliki pinjaman online (pinjol) Rp 800 ribu.

"Motornya sudah digadaikan bulan Maret lalu di Sidrap dan ada pinjol Rp 800 ribu," paparnya.

Menurut Arifuddin, pelaku lalu diamankan di Polsek Campalagian untuk diberi pembinaan. Pelaku juga telah membuat video klarifikasi atas cerita pembegalan yang viral itu.

"Sementara pelaku kita simpan di Polsek untuk pembinaan, orang tuanya juga sudah buatkan surat penitipan anaknya di Polsek untuk diberi efek jera," jelas Arifuddin.

Dalam video beredar di media sosial, tampak pelaku didampingi seorang wanita dan dua polisi. Pelaku menyampaikan pernyataan permintaan maaf atas kabar rekayasa pembegalan yang dialaminya.

"Saya buat cerita bahwa saya dibegal dan mengaku kehilangan sepeda motor dan sejumlah uang. Sekali lagi saya memohon maaf dan menyatakan tidak akan mengulangi perbuatan saya di kemudian hari," ungkap Arham dalam video tersebut.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads