Demonstrasi yang menuntut pengusutan kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus di depan Kodam XIV/Hasanuddin, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), berakhir ricuh. Sejumlah demonstran mengalami luka lebam saat aksinya dibubarkan paksa oleh orang tidak dikenal (OTK).
Kericuhan terjadi saat massa Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) menyampaikan orasi di depan Markas Kodam XIV Hasanuddin, Jalan Urip Sumoharjo, Rabu (8/4) sekitar pukul 14.20 Wita. Situasi di lokasi memanas saat massa dibubarkan.
"Massa aksi mulai dikerumuni oleh OTK yang kemudian melakukan tindakan represif terhadap peserta aksi," kata Panglima GAM bernama Fajar Wasis dalam keterangannya, Kamis (9/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fajar menjelaskan, massa berunjuk rasa menyoroti kasus disiram air keras oleh 4 tersangka oknum prajurit TNI. Aksi dimulai dengan long march di Jalan Perintis Kemerdekaan sebelum tiba di kawasan Kodam XIV Hasanuddin.
"Massa aksi secara bergantian menyampaikan orasi, menyuarakan tuntutan dengan penuh semangat dan komitmen perjuangan," katanya.
Namun situasi berubah saat massa aksi dikerumuni oleh OTK. Sekelompok OTK diduga melakukan tindakan represif terhadap peserta aksi.
"Situasi di lokasi pun memanas dan memicu ketegangan," kata Fajar.
Fajar turut menjadi korban dan mengalami luka lebam di bagian bawah mata kirinya diduga akibat ulah OTK yang melakukan pembubaran. Sejumlah massa aksi unjuk rasa juga mengalami hal serupa.
"Salah satu kader juga mengalami perampasan telepon genggam yang diduga digunakan untuk dokumentasi aksi. Masalahnya ponsel yang dipakai dokumentasi, dirampas juga sama OTK itu, sampai sekarang belum dikasih kembali," imbuhnya.
Sementara itu, pihak Kodam XIV Hasanuddin belum memberi keterangan resmi soal kejadian ini. Pihaknya menunggu masih menunggu arahan pimpinan yang saat ini sedang berada di luar daerah.
"Nanti kami laporkan juga ke atasan," kata Kepala Seksi Penerangan Media (Kasipenmed) Kodam XIV Hasanuddin Ahmad Safari yang dikonfirmasi terpisah.
