Komnas HAM Perwakilan Papua mengungkap warga dari 3 kampung di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, mengungsi usai kelompok kriminal bersenjata (KKB) membunuh 2 tenaga kesehatan. Ketiga kampung yang warganya mengungsi di antaranya Banfot, Salim dan Sumbekas.
"Komnas HAM mendapat hasil di lapangan bahwa terdapat tiga kampung, yakni Banfot, Salim dan Sumbekas, warganya sedang lari mengungsi," kata Kepala Kantor Komnas HAM Papua Frits Ramandey kepada wartawan, Sabtu (4/4/2026).
Frits belum merinci jumlah warga yang mengungsi dari tiga kampung tersebut. Namun temuan Komnas HAM Papua di lapangan akan menjadi dasar untuk dilakukan pendampingan kepada masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita ikut prihatin karena masih terjadi aksi kekerasan yang mengorbankan nyawa warga sipil termasuk pekerja kemanusiaan," bebernya.
Pihaknya juga mengusut adanya keluhan masyarakat soal dugaan aparat yang menganiaya warga sipil tidak bersalah. Segala temuan akan dikoordinasikan ke Komnas HAM RI untuk penindakan lebih lanjut.
"Kita telah berkomitmen agar menekan situasi kekerasan di tanah Papua, termasuk penyiksaan termasuk warga sipil. Komnas HAM juga mendapatkan eskalasi militer yang semakin masif di areal Tambrauw, dan penempatan pos satgas di wilayah kampung tempat masyarakat sipil," bebernya.
Frits melanjutkan penempatan militer di areal sipil membuat masyarakat setempat resah dan ketakutan. Komnas HAM meminta pemerintah dan pimpinan satgas bisa mencari solusi agar pos keamanan ditempatkan di luar pemukiman warga.
"Selama melakukan investigasi dan dialog di lapangan, Komnas HAM mendapati adanya ketakutan masyarakat sipil terkait kehadiran aparat melakukan operasi satgas. Laporan masyarakat, aparat juga melakukan patroli menyisir di dalam rumah hingga ke kamar-kamar," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, polisi memastikan dua nakes berinisial YL dan YEB tewas dibunuh oleh KKB di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Tambrauw pada Senin (16/3) sekitar pukul 11.37 WIT. Hal ini setelah penyidik memeriksa 12 orang saksi.
"Kita pastikan yang melakukan pembunuhan terhadap nakes YL dan YEB merupakan ulah KKB," ujar Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Hengkelare kepada wartawan, Rabu (25/3).
Polisi juga menetapkan satu orang tersangka berinisial YY yang diduga terafiliasi dengan KKB. Pihaknya pun memburu 7 pelaku lain yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Polres Tambrauw telah menetapkan 7 daftar pencarian orang atau DPO tersangka kasus pembunuhan di Distrik Bamusbama, Tambrauw," imbuhnya.
