Polda Selidiki Dugaan KKB Terlibat Pembunuhan 2 Nakes di Tambrauw

Papua Barat Daya

Polda Selidiki Dugaan KKB Terlibat Pembunuhan 2 Nakes di Tambrauw

Paulus Pulo - detikSulsel
Kamis, 19 Mar 2026 14:58 WIB
Polda Papua Barat Daya saat konferensi pers terkait pembunuhan nakes di Tambrauw.
Foto: Polda Papua Barat Daya saat konferensi pers terkait pembunuhan nakes di Tambrauw. (Paulus Pulo/detikcom)
Tambrauw -

Polda Papua Barat Daya mengusut keterlibatan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di kasus pembunuhan 2 tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw. Polisi turut mendalami keterlibatan 12 saksi yang diamankan.

"Apakah ke-12 (saksi) ini terafiliasi dengan kelompok tertentu (KKB) kita masih melakukan pendalaman," kata Dirkrimum Polda Papua Barat Daya, Kombes Junov Siregar kepada wartawan, Rabu (19/3/2026).

Junov mengatakan, polisi masih fokus melakukan pemeriksaan terhadap para saksi. Status hukum mereka akan ditentukan setelah penyelidikan rampung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi baru sementara dalam proses pendalaman, sehingga mohon bersabar, mungkin nanti akan ada rilis berikutnya," katanya.

Polisi juga mendalami dugaan pembunuhan berencana dalam perkara tersebut. Polda Papua Barat Daya kembali menegaskan kasus ini masih dalam penyelidikan.

ADVERTISEMENT

"Untuk dugaan pasal yang kami terapkan yaitu pasal pengeroyokan kemudian pembunuhan berencana, sebagaimana diatur dalam KUHP baru pasal 469," jelas Junov.

Diketahui, sebanyak 4 nakes yang berboncengan motor diserang sekelompok orang tidak dikenal (OTK) di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Senin (16/3) sekitar pukul 11.37 WIT. Dua korban di antaranya meninggal dunia.

Tim gabungan TNI dan Polri kemudian melakukan penyisiran hingga mengamankan 12 orang pada Rabu (18/3). Polda Papua Barat Daya menegaskan status mereka masih sebatas saksi.

"Saat penyisiran menemukan serta mengamankan orang-orang yang diduga sebagai saksi," ujar Plt Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Setya Agustin Hengkelare, Kamis (19/3).

Para saksi yang diamankan antara lain berinisial TY (28), LY (57), SY (19), AY(44), MY (29), BY, AY, TY, WY (49), dan PY (49), YJ. Dua di antaranya merupakan kepala kampung yakni AY selaku kepala Kampung Banfoot dan MY kepala kampung Bamusbama.

Polisi turut menyita barang bukti berupa 7 senapan angin, 7 parang, 4 noken, 3 tombak, 1 tikar, 11 anak panah, 1 kembang api, 1 senter, dua benda diduga jimat, 1 gembok kecil, 9 bungkus anggur kupu, 1 topi warna hijau.

Selain itu ada sebuah tas warna hitam, 5 handphone, sepasang sepatu, sebuah panah, dua sisir kayu, tiga cas HP, satu pak peluru senjata angin. Selanjutnya ada 3 buah korek api, 1 kalung berwarna emas, 4 kunci rumah dan satu ruas bambu.

"Motif dan peran masih dalam pendalaman dan penyelidikan lebih lanjut pihak kepolisian," ucap Jenny.



(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads