Polda Papua Tengah memaksimalkan pola pengamanan di kawasan tambang PT Freeport Indonesia di Kabupaten Mimika, imbas penembakan kelompok kriminal bersenjata yang menewaskan karyawan, Simson Mulia (48). Polisi juga mengimbau perusahaan menambah CCTV di beberapa lokasi strategis.
"Kami meminta pihak Freeport menambah CCTV untuk memperkuat pemantauan, terutama di titik-titik rawan," kata Kapolda Papua Tengah Jermias Rontini dalam keterangannya, Jumat (13/3/2026).
Jermias mengatakan, dukungan teknologi kamera pengawas sangat diperlukan untuk membantu aktivitas pengamanan. Polisi juga akan meningkatkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan di sekitar area tambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski kita tidak menambah personel pengamanan, namun pola pengamanan yang kita tingkatkan dengan intensifkan patroli terutama daerah-daerah yang kita nilai rawan," ujarnya.
Jermias mengaku masih mengidentifikasi KKB yang melakukan penyerangan di kawasan tambang Freeport. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan serta pendalaman untuk mengungkap pelaku penembakan.
"Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan. Kita masih dalami apakah KKB atau bukan, karena banyak kelompok bersenjata yang muncul. Kita berupaya identifikasi kelompok mana yang melakukan penembakan di area Freeport," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan, KKB melakukan penembakan di area Jayapura Ex Pontil, bekas lahan reklamasi Grasberg, Distrik Tembagapura, Mimika pada Rabu (11/3). Korban Simson Mulia (SM) mengalami luka tembak pada bagian kepala.
"Penembakan KKB mengakibatkan seorang karyawan berinisial SM meninggal dunia," kata Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona kepada wartawan, Kamis (12/3).
Selain korban tewas, juga terdapat satu korban luka berinisial AM. Korban mengalami luka akibat terjatuh saat berusaha menyelamatkan diri.
"Berdasarkan keterangan awal saksi, saat itu korban dan saksi sedang melaksanakan pekerjaan pengukuran water level di area Jayapura Ex Pontil menggunakan kendaraan operasional," bebernya.
(sar/ata)
