Senpi Serda Hamdani Diduga Dirampas Saat OPM Serang Pos di Nabire Diselidiki

Papua Tengah

Senpi Serda Hamdani Diduga Dirampas Saat OPM Serang Pos di Nabire Diselidiki

Paulus Pulo - detikSulsel
Rabu, 25 Feb 2026 15:25 WIB
Pos keamanan milik PT Kristalin Ekalestari di Nabire dibakar KKB.
Foto: Pos keamanan milik PT Kristalin Ekalestari di Nabire dibakar KKB. (dok. Istimewa)
Nabire -

Kodam XVII/Cenderawasih berduka atas gugurnya personel Deninteldam XVII/Cenderawasih, Serda Hamdani usai Organisasi Papua Merdeka (OPM) menyerang dan membakar pos milik PT Kristalin Eka Lestari (KEL) di Nabire, Papua Tengah. TNI kini mengusut dugaan senjata api (senpi) milik Serda Hamdani dirampas saat pelaku melancarkan serangan.

Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto menegaskan proses investigasi terkait perampasan senjata sedang berlangsung. Hal ini mengingat kondisi lokasi kejadian yang telah habis terbakar sehingga memerlukan pendalaman lebih detail.

"Saat ini masih dilakukan investigasi oleh Kodam XVII/Cenderawasih untuk memastikan apakah terdapat senjata yang ikut dirampas dalam kejadian tersebut," ungkap Tri dalam keterangannya, Rabu (25/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tri juga menegaskan bahwa pos yang diserang OPM adalah pos keamanan milik perusahaan tambang emas PT KEL. Pos tersebut sering disebut masyarakat setempat sebagai pos palang, karena posisinya terletak di luar wilayah PT KEL.

"Perlu kami luruskan bahwa yang dibakar bukan pos TNI, tetapi pos keamanan perusahaan," tambah Tri.

ADVERTISEMENT

Dia memastikan aparat keamanan terus meningkatkan kewaspadaan dan pengamanan di sejumlah wilayah rawan. Hal ini guna menjaga stabilitas keamanan sekaligus memburu para pelaku.

Selain Serda Hamdani, teror OPM turut mengakibatkan karyawan PT KEL Aksay Sandika Moho meninggal. Pihaknya pun menyampaikan duka atas meninggalnya dua korban dalam serangan OPM.

"Kami mewakili pihak Kodam, menyampaikan duka mendalam atas kejadian ini dan semoga keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan," imbuhnya.

Jenazah Serda Hamdani sebelumnya lebih dulu dikenali pihak keluarganya karena memiliki tanda khusus di bagian mulut. Jasad korban telah dipulangkan ke kampung halamannya di Maros, Sulawesi Selatan, Senin (23/2).

"Jenazah Serda Hamdani telah diserahkan kepada keluarga dan sudah dimakamkan di Maros," tutur Tri.

Sebelumnya diberitakan, OPM menyerang dan membakar pos PT KEL di Distrik Makimi, Kabupaten Nabire, Sabtu (21/2). Kedua korban meninggal sempat sulit diidentifikasi karena jenazah dalam kondisi mengalami luka bakar berat.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Yusuf Sutejo mengatakan para pelaku sempat melepaskan tembakan dari jarak 50 meter hingga 100 meter. Para pelaku menembak sebuah mobil milik perusahaan.

Belakangan, aparat menemukan empat lubang bekas tembakan dari arah depan dari mobil tersebut. Kerusakan juga terlihat pada bagian radiator mesin yang berlubang akibat proyektil.

"Berdasarkan keterangan saksi, penyerangan didahului dengan suara tembakan, dan terlihat sekitar tiga orang pelaku di lokasi kejadian. Jumlah tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut," kata Yusuf dalam keterangannya, Minggu (22/2).




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads