Keluarga wanita penjaga agen BRILink bernama Ririn (31) yang tewas usia dirampok di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), merusak rumah terduga pelaku. Kaca jendela pecah dan sejumlah perabot dalam rumah tersebut dirusak.
"Benar, massa dari keluarga korban melakukan pengrusakan ke rumah terduga pelaku," ujar Kanit Reskrim Polsek Walenrang, Ipda Irfan Natsir kepada detikSulsel, Senin (23/2/2026).
Pengrusakan rumah itu terjadi di Kelurahan Bulo, Kecamatan Walenrang, Luwu pada Senin (23/2) sekitar pukul 16.00 Wita. Irfan mengatakan keluarga korban diduga kesal dengan ulah terduga pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerusakan depan rumah itu ya kaca jendela, pintu dan rangka aluminium, sedangkan perabot dalam rumah yakni kursi dan etalase," ungka Irfan.
Salah seorang warga berinisial AL mengatakan keluarga korban langsung melakukan pengrusakan. Situasi di lokasi sempat terjadi ketegangan saat keluarga korban coba ditenangkan.
"Tidak bisa mi terbendung, malahan sempat tegang, kalau rata-rata yang datang itu keluarga korban dari Bosso," singkatnya.
Dalam video beredar, tampak sejumlah orang mengacak-acak tanaman di depan rumah terduga pelaku. Sebagian lainnya melempar atap rumah tersebut menggunakan batu.
Sejumlah massa juga terlihat mengangkat perabot dari dalam rumah. Saat yang bersamaan terdengar suara pecahan kaca dari dalam rumah berwarna hijau tersebut.
Diberitakan sebelumnya, Ririn tewas diduga dianiaya perampok di Desa Lelong, Kecamatan Walenrang, Luwu pada Rabu (18/2) sekitar pukul 14.00 Wita. Polisi yang menerima laporan mendatangi lokasi dan mengejar pelaku yang identitasnya belum diketahui.
"Benar, kejadiannya tadi sore, korban penjaga agen BRILink dibunuh dan dirampok oleh orang tidak dikenal," ujar Ipda Irfan dalam keterangannya, Rabu (18/2).
Polisi sempat mengamankan seorang pria yang dicurigai keluarga korban sebagai pelaku perampokan dan pembunuhan. Setelah diperiksa, pria tersebut rupanya orang berbeda dengan pelaku sesungguhnya yang terekam CCTV.
Irfan mengatakan pria tersebut diamankan di Polsek Walenrang pada Kamis (19/2). Pria itu diamankan usai keluarga korban mengira pria tersebut adalah pelakunya lantaran motor yang dipakainya mirip dalam rekaman CCTV yang beredar.
"Sebenarnya kami itu cuma amankan, bukan salah tangkap ya, justru kami menolong dia. Kami itu berpikir bilang bahaya ini kalau keluarganya korban yang datang di sana karena viral di mana-mana, tidak diminta-minta ada main hakim sendiri atau gerakan tambahan repot lagi, jadi kami amankan motor dan orangnya," ucap Irfan kepada detikSulsel, Jumat (20/2).
