100 Pendulang Emas Dievakuasi Imbas Pos PT Kristalin Dibakar KKB di Nabire

Papua Tengah

100 Pendulang Emas Dievakuasi Imbas Pos PT Kristalin Dibakar KKB di Nabire

Paulus Pulo - detikSulsel
Minggu, 22 Feb 2026 10:39 WIB
Pos pengamanan PT Kristalin di Nabire dibakar KKB, mengakibatkan dua tewas.
Foto: Pos pengamanan PT Kristalin di Nabire dibakar KKB, mengakibatkan dua tewas. (dok. istimewa)
Nabire -

Polisi mengungkap pos pengamanan PT Kristalin Eka Lestari diserang hingga dibakar kelompok kriminal bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya di Nabire, Papua Tengah. Teror KKB itu mengakibatkan 100 pendulang emas dievakuasi.

"Jadi yang dievakuasi baik dibantu oleh kita Polres, timsus maupun satgas sekitar hampir 100 orang. Beberapa yang mencoba jalan kaki, kita sudah bantu angkut juga," kata Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu kepada detikcom, Minggu (22/2/2026).

Samuel mengatakan ratusan warga itu merupakan pekerja yang tinggal di camp-camp milik perusahaan atau yang dibangun oleh warga lokal. Proses evakuasi masih berlangsung karena sempat terhambat cuaca buruk.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untuk tadi malam ini kita tidak bisa masuk ke camp-camp karena dalam kondisi hujan dan banjir. Jadi kita belum bisa pastikan sampai besok berapa bisa kita evakuasi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Samuel mengatakan pos yang diserang KKB merupakan pos pengamanan yang dibangun PT Kristalin Eka Lestari. Perusahaan itu bergerak di sektor pertambangan dan eksplorasi emas.

"PT Kristalin ini kan perusahaan tambang. Jadi masyarakat kita ini ada yang kerja di tambang, ada juga yang mungkin pendulang," tambah Samuel.

Dia menegaskan penyerangan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Samuel memastikan lokasi kejadian sudah dalam pengamanan aparat gabungan.

"Kita masih duga ya, itu adalah kelompok KKB Aibon Kogoya. Sebenarnya ada beberapa hari sudah ter-cover pergerakan mereka di seputaran PT Kristalin Eka Lestari dan itu sudah terdeteksi," bebernya.

Sebelumnya diberitakan, pos pengamanan kamtibmas milik PT Kristal Eka Lestari dibakar di Jalan Musairo, Kampung Biha, Distrik Makimi pada Sabtu (21/2) sekitar pukul 13.30 hingga 15.00 WIT. Dua korban meninggal dunia dalam insiden itu.

"Kami masih menunggu hasil autopsi dari pihak RSUD (terkait identifikasi dua jenazah)," kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Tri Purwanto dalam keterangannya, Sabtu (21/2).




(sar/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads