Remaja bernama Nabil (19) di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas mengenaskan akibat ditikam secara membabi buta di area sebuah SPBU. Korban tewas dengan menderita enam luka tikaman.
Insiden ini bermula ketika korban Nabil dituding menganiaya pemuda bernama Yusran alias Panter. Yusran selanjutnya mengadu kepada kedua rekannya, yakni Sandi dan Hajaratul Aswad alias Torre.
Ketiga pelaku lantas mencegat dan memburu korban yang sedang mengendarai sepeda motor menuju SPBU di Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, Selasa (17/2). Korban yang menyadari sedang dikejar lantas menghentikan sepeda motornya di depan SPBU, lalu berlari ke dalam SPBU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dalam perjalanan menuju SPBU tersebut korban dikejar oleh terlapor sehingga korban berhenti di pinggir jalan depan SPBU, kemudian turun dari motornya," ujar AKBP Restu kepada detiksulsel, Rabu (18/2) malam.
Korban yang berlari rupanya terkejar oleh pelaku. Saat itulah dia langsung menjadi sasaran penikaman.
"Pelaku langsung menikam korban sebanyak enam kali, masing-masing dua kali di punggung, tiga kali di bokong bawah, dan satu kali di bokong atas, lalu melarikan diri," terangnya.
Aksi penikaman maut tersebut turut terekam kamera pengawas atau CCTV. Dalam video beredar, tampak korban mengendarai membonceng dua orang rekannya langsung berhenti di area SPBU Jalanjang.
Sementara itu, para pelaku juga berboncengan tiga mengendarai motor saat mengejar korban. Terlihat korban bergegas turun dari motor dan para pelaku mencoba menangkapnya.
Korban yang terkepung di area SPBU sempat berhasil menghindar dari kejaran pelaku dengan cara berlari ke area depan SPBU. Namun, korban tertangkap tepat di depan SPBU.
Dalam video lainnya, tampak korban sudah dalam kondisi tergeletak bersimbah darah di pinggir jalan depan SPBU. Warga yang berkerumun mengangkat korban menepi dekat pagar SPBU sambil menghentikan mobil pikap untuk membawa korban ke rumah sakit.
3 Pelaku Ditangkap
AKBP Restu mengatakan pihaknya telah menangkap ketiga pelaku. Berdasarkan hasil interogasi petugas, pelaku Sandi terungkap bertugas sebagai eksekutor penikaman, sementara Yusran dan Aswad bertugas membantu mengejar korban.
"Pelaku (penganiayaan penikaman) sudah tertangkap semuanya," ujar Restu.
Restu turut membenarkan motif pelaku Sandi menikam korban karena tidak terima rekannya, Yusran ditendang oleh korban. Selain menangkap ketiga pelaku, polisi juga menyita barang bukti badik yang dipakai menikam korban.
"Pelaku mengakui bahwa awal mula terjadinya penganiayaan karena Yusran mengadu kepada terduga pelaku bahwa dirinya di tendang oleh korban," jelasnya.
