Karyawan PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI), Erman Haru Rustaman meninggal dunia usai menjadi korban penembakan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kawasan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Mimika, Papua Tengah. Korban sempat menjalani perawatan sebelum mengembuskan napas terakhirnya.
"Keluarga besar PT Freeport Indonesia (PTFI) merasakan duka cita yang mendalam atas meninggalnya rekan kerja kami Erman Hari Rustaman, karyawan PT Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI)," kata Vice President Corporate Communications PTFI Katri Krisnati dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).
Erman Hari Rusman meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di Jakarta pada Senin (16/2). Erman sempat luka terkena tembakan saat tergabung dalam rombongan kendaraan PTFI di Mile Post-50, Tembagapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PTFI memberikan pendampingan dan dukungan yang diperlukan kepada keluarga almarhum pada masa sulit ini," bebernya.
Diketahui, aksi teror OPM membuat PTFI terpaksa menutup sementara akses jalan utama menuju Tembagapura. Pihak perusahaan tidak ingin mengambil risiko lebih jauh sampai situasi dianggap kembali kondusif.
"Akses jalan utama menuju Tembagapura untuk sementara masih ditutup," kata Katri Krisnati dalam keterangannya, Kamis (12/2).
Katri mengatakan, keselamatan karyawan dan pihak terkait menjadi prioritas di wilayah kerja Freeport Indonesia. Pihak perusahaan juga terus berkoordinasi dengan aparat keamanan usai penyerangan tersebut.
"Kami adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh karyawan dan semua pihak di wilayah kerja PTFI. Kami terus berkoordinasi dengan aparat keamanan pemerintah terkait hal ini," jelasnya.
Sebelumnya, OPM menembak rombongan kendaraan PTFI di Mimika, Rabu (11/2) sekitar pukul 15.00 WIT. Serangan itu mengakibatkan satu prajurit TNI dilaporkan gugur dan satu personel lainnya luka.
OPM melancarkan serangan saat personel Koramil 1710-04/Tembagapura dan Kodim 1710/Mimika melakukan patroli pengamanan. Pelaku menyerang kendaraan yang ditumpangi karyawan PT Freeport dan aparat keamanan.
"Serka AC gugur dalam kontak tembak tersebut, dan Sertu H mengalami perdarahan pada hidung," kata Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto dalam keterangannya, Rabu (11/2).
