KKB Bakar Gedung SMAN 2 Dekai di Yahukimo

Papua Pegunungan

KKB Bakar Gedung SMAN 2 Dekai di Yahukimo

Paulus Pulo - detikSulsel
Minggu, 15 Feb 2026 14:37 WIB
Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar gedung SMA Negeri 2 Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Aparat kepolisian turun ke lokasi memadamkan api.
Foto: KKB membakar gedung SMA Negeri 2 Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. (dok. istimewa)
Yahukimo -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar gedung SMA Negeri 2 Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Aparat kepolisian turun ke lokasi memadamkan api.

"Menindaklanjuti laporan tersebut, satu regu Tim Tindak Yahukimo segera bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan sekaligus pengamanan," ujar Kepala Ops Damai Cartenz, Brigjen Faizal Ramadhani dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).

Peristiwa itu terjadi di SMA Negeri 2 Dekai, Jalan Shosa Distrik Dekai, Yahukimo pada Sabtu (14/2) pukul 15.29 WIT. Aparat awalnya menerima laporan melalui komunikasi Handy Talky (HT).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Api berhasil segera dikendalikan sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya. Kita akan mengusut tuntas peristiwa tersebut," kata Faizal.

Dia memastikan bahwa situasi di Dekai aman dan terkendali. Aparat keamanan kini meningkatkan patroli dan pengamanan di sejumlah objek vital, termasuk fasilitas pendidikan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

ADVERTISEMENT

"Satgas Gakkum Ops Damai Cartenz bersama Sat Reskrim Polres Yahukimo sedang melakukan pendalaman untuk mengungkap pelaku dan motifnya," bebernya.

Sementara, juru bicara TPNPB OPM/KKB Sebby Sambom mengklaim bertanggung jawab atas pembakaran SMA Negeri 2 Dekai. Pihaknya menuding guru di sekolah tersebut dari kalangan TNI.

"Kami bertanggung jawab atas pembakaran SMA Negeri karena sekolah-sekolah di Papua tenaga pendidiknya adalah aparat militer Indonesia yang dikirim oleh Panglima TNI," kata Sebby Sambom dalam keterangan tertulisnya.

Dia mengatakan pembakaran sekolah dilakukan untuk membatasi aktivitas belajar mengajar demi menghindari korban jiwa terhadap para pelajar sebelum serangan susulan dilakukan. Dia menuding guru dan tenaga kesehatan bekerja sama dengan aparat TNI.

"Guru-guru dan tenaga kesehatan yang dikirimkan oleh Panglima TNI, Agus Subianto ke Yahukimo tidak ada jaminan keamanan dan keselamatan sehingga segera tinggalkan wilayah operasi TPNPB Kodap XVI Yahukimo," kata Sebby.




(hsr/asm)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads