2 Pembunuh Wanita Bersimbah Darah-Leher Terikat di Kendari Ditangkap

Sulawesi Tenggara

2 Pembunuh Wanita Bersimbah Darah-Leher Terikat di Kendari Ditangkap

Nadhir Attamimi - detikSulsel
Kamis, 12 Feb 2026 09:30 WIB
Arrested man handcuffed hands at the back
Foto: Getty Images/iStockphoto/uzhursky
Kendari -

Polisi menangkap dua pelaku pembunuh wanita berinisial AE (57) yang ditemukan bersimbah darah dengan leher terjerat tali di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Kedua pelaku membunuh korban diduga perkara utang piutang.

"Iya dua terduga pelaku sudah kami amankan," kata Kasatreskrim Polresta Kendari AKP Welliwanto Malau dalam keterangannya, Rabu (11/2/2026).

Dua pelaku yakni pria berinisial BS (36) dan perempuan, SU (56) ditangkap di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kendari, Selasa (10/2) sekitar pukul 02.00 Wita. Keduanya membunuh korban pada Sabtu (31/1) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Aksi pembunuhan terjadi di hari Sabtu sekitar pukul 20.00 Wita," ujar Welliwanto.

Dia mengatakan kedua pelaku tidak melakukan perlawanan saat diamankan. Keduanya kini menjalani pemeriksaan di Mapolresta Kendari.

ADVERTISEMENT

"Keduanya diamankan tanpa perlawanan," bebernya.

Welliwanto menuturkan aksi pembunuhan tersebut dipicu akibat utang piutang. Pelaku BS diduga kesal karena ditagih utang sebesar Rp 5 juta namun belum memiliki uang.

"Motifnya pelaku jengkel karena ditagih utang Rp 5 juta oleh korban saat datang ke rumahnya, yang saat itu pelaku tidak membawa uang," jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, pelaku BS juga terhasut omongan dari pelaku SU. Kedua pelaku saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif.

"Pelaku juga mendapatkan hasutan dari SU untuk membunuh korban," pungkasnya.

Diketahui, korban AE ditemukan tewas bersimbah darah dengan leher terjerat tali dalam rumahnya di Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu, Rabu (4/2) sekitar pukul 20.00 Wita. Jasad korban ditemukan dalam kondisi membengkak.

"Iya benar ada penemuan mayat, masih kita dalami (dugaan pembunuhan)," kata Welliwanto kepada detikcom, Kamis (5/2).



(hsr/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads