Dekan Unima Klaim Belum Terima Surat Mahasiswi soal Dugaan Pelecehan Dosen

Sulawesi Utara

Dekan Unima Klaim Belum Terima Surat Mahasiswi soal Dugaan Pelecehan Dosen

Fistel Mukuan - detikSulsel
Rabu, 31 Des 2025 19:48 WIB
Surat mahasiswi Unima sebelum ditemukan tewas tergantung di Tomohon.
Foto: Surat mahasiswi Unima sebelum ditemukan tewas tergantung di Tomohon. (dok. istimewa)
Tomohon -

Mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM sempat meninggalkan sepucuk surat yang ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP), Aldjon Dapa, sebelum ditemukan meninggal dunia di Tomohon, Sulawesi Utara. Namun Aldjon Dapa berdalih belum menerima surat berisi dugaan pelecehan yang dialami korban oleh oknum dosen berinisial DM.

"Surat yang beredar tiga halaman tertanggal 16 Desember, perlu saya tegaskan kembali bahwa surat itu tak pernah sampai ke saya, dan sampai saat ini pun kami sedang melacak di mana surat fisik itu," kata Aldjon Dapa kepada wartawan, Rabu (31/12/2025).

Aldjon mengaku baru mendapatkan informasi soal dugaan pelecehan secara lisan. Dia sudah melakukan pengecekan ke staf namun surat dari korban yang viral juga tidak diterima.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sudah cek di staf tidak ada yang menerima surat itu," tuturnya.

Namun dari informasi yang diterimanya, kata dia, korban ternyata sudah sempat melaporkan kejadian itu. Laporan itu disampaikan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Perguruan Tinggi (PPKPT) Unima.

ADVERTISEMENT

"Tanggal 19 Desember korban melapor ke tim satgas, di situ langsung dibuatkan dokumen berita acara dan penjelasan kronologi kejadian," jelas Aldjon.

Aldjon menuturkan laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum dosen sudah ditindaklanjuti. Satgas PPKPT sudah membentuk tim memproses kasus ini.

"Setelah membaca itu (laporan dari korban), admin menyampaikan ke tim satgas dan langsung ditindaklanjuti," imbuh Aldjon.

Diberitakan sebelumnya, korban EMM ditemukan tewas tergantung di indekosnya di Kecamatan Tomohon Tengah, Selasa (30/12). Sementara surat yang ditinggalkan korban berisi keterangan perihal pengaduan dugaan tindak pelecehan yang dilakukan oknum dosen DM.

Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis turut membenarkan korban diduga bunuh diri. Dia juga tengah mendalami dugaan pelecehan di balik aksi nekat korban mengakhiri hidupnya.

"Kami masih dalam penyelidikan terkait hal itu (bunuh diri dan dugaan pelecehan)," kata AKBP Nur Kholis kepada wartawan.

Dia menegaskan persoalan ini akan diusut tuntas. Keluarga korban disebut sudah membuat laporan di SPKT Polda Sulut.

"Perkembangan terakhir pihak keluarga membuat laporan di SPKT Polda Sulut. Berarti perkembangan lebih lanjut ranahnya di Polda Sulut," ujarnya.



(sar/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads