Siswa SMK di Gowa Dikeroyok hingga Kejang-kejang, 3 Orang Ditetapkan Tersangka

Siswa SMK di Gowa Dikeroyok hingga Kejang-kejang, 3 Orang Ditetapkan Tersangka

Muh Zulkarnaim - detikSulsel
Minggu, 31 Agu 2025 18:11 WIB
Siswa SMK di Gowa dikeroyok sekelompok pelajar SMA hingga kejang-kejang.
Foto: Siswa SMK di Gowa dikeroyok sekelompok pelajar SMA. (dok. istimewa)
Gowa -

Seorang siswa SMK berinisial M (15) di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel) dikeroyok sekelompok pelajar hingga kejang-kejang di pinggir jalan. Polisi kini menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Tiga orang (ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan tersebut)," kata Kanit PPA Polres Gowa Ipda Agus kepada detikSusel, Minggu (31/8/2025).

Ketiga tersangka masing-masing berinisial IS (15), SY (15), dan TJ (15). Mereka diduga terlibat dalam aksi pemukulan terhadap korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agus mengatakan, ketiga orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka usai gelar perkara oleh penyidik pada Jumat (29/8). Mereka dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak.

"Pasal 80 ayat 1 juncto 76 C Undang-Undang nomor 17 tahun 2016 tentang perubahan perlindungan anak dan/atau pasal 170 ayat 2 ke-1 KUHP," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Agus mengungkapkan, hingga kini pihaknya telah memeriksa 21 orang terkait kasus pengeroyokan tersebut. Ia juga menyebut tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka akan bertambah.

"Kurang lebih 21 orang (yang diperiksa). Siap (tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya) tetap dilakukan pengembangan," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, aksi pengeroyokan berlangsung di Jalan Tumanurung, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Somba Opu, Rabu (27/8) sore. Korban yang merupakan siswa SMK saat itu sedang duduk di pinggir jalan dan tiba-tiba didatangi dan dikeroyok sekelompok pelajar SMA.

"Anak SMK itu duduk di pinggir jalan ada yang satu membuat reaksi memukul akhirnya yang lain ikut," kata Kanit PPA Polres Gowa Ipda Agus kepada detikSusel, Kamis (28/8).

Usut punya usut, korban ternyata menjadi sasaran salah alamat. Ia dikira bagian dari kelompok yang sedang dicari para pelaku.

"Intinya salah sasaran. Kita tahu anak-anak toh kalau ada satu memukul na bilang itumi mungkin (orang yang dicari). Temannya yang lain ikut-ikut," beber Agus.




(ata/sar)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads