Wakil Rektor III Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) Halifah Mustami mengungkap dugaan pemicu bentrok mahasiswa 2 fakultas sore tadi. Halifah menyebut bentrokan diduga dipicu penikaman salah satu mahasiswa Fakultas Saintek.
"Jadi begini, itu tadi subuh-subuh yah, terjadi penikaman. Yang ditikam itu anak Saintek, yang menikam bukan mahasiswa," ujar Halifah kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).
Halifah mengaku tidak tahu persis perkembangan kasus penikaman hingga berujung bentrok. Namun dia menduga isu tersebut terus berkembang hingga bentrok terjadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu yang memicu, lalu berkembang informasinya mungkin simpang siur yah inilah yang terjadi sekarang," jelasnya.
Di sisi lain, Halifah mengklaim peristiwa penikaman terhadap panitia Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) itu terjadi di luar kampus. Saat itu, mahasiswa baru (maba) baru masuk ke dalam kampus.
"Jadi kalau persoalan siapa antar siapa ini agak susah diurai ini, karena pemicu awalnya adalah yang tadi setelah salat subuh, ketika maba masuk kemudian ada terjadi. Kemudian itu terjadi bukan di dalam kampus, di luar kampus. Penikaman itu terjadi di luar kampus," jelasnya.
Namun dia memastikan mahasiswa yang ditikam tersebut asal Fakultas Saintek dan pelaku penikaman sudah ditangkap polisi. Di sisi lain, dia menyebut maba dalam posisi sudah dipulangkan saat bentrokan pecah.
"Faktanya salah satu panitia yang ditikam dari fakultas Saintek dan yang menikam sudah ditangkap, diamankan oleh polisi dan itu bukan mahasiswa UIN. Untungnya seluruh maba sudah kita pulangkan lebih awal," jelasnya.
Pihaknya mengaku belum mengidentifikasi kerusakan fasilitas kampus akibat bentrokan itu. Sementara perkuliahan mahasiswa akan diliburkan selama 4 hari.
"Ini belum kita identifikasi ada kerusakan atau apa. Kita sudah rapim, minggu depan kuliahnya online semua untuk minggu pertama. Selama tanggal 1 sampai 4 September," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, mahasiswa UIN Alauddin Makassar berinisial RA (21) ditikam oleh mahasiswa kampus lain yang diduga hendak mengurus pindah kampus. Korban mengalami luka tusukan pada bagian perut dan dilarikan ke rumah sakit.
"Ketersinggungan saja motifnya itu tidak ada tendensi lain tidak ada, hanya ketersinggungan saja," kata Kapolsek Somba Opu AKP Hambali kepada detikSusel, Jumat (29/8).
Peristiwa penikaman itu terjadi di Kampus II UIN Alauddin, Kelurahan Samata, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Jumat (29/8) sekitar pukul 06.00 Wita. Pelaku diketahui merupakan mahasiswa pindahan dari kampus lain yang belum berstatus resmi sebagai mahasiswa UIN.
"(Penikaman) Di dalam kampus tapi di pinggir jalan masuk kampus. (Pelaku) Bukan mahasiswa di sini (UIN Alauddin Makassar). Dia (pelaku) dari (kampus lain) baru mau masuk di sini urus pindah," ujarnya.
(asm/hsr)