Pria di Donggala Tebas Leher Ibu Kandung Diduga Sakit Hati Kerap Dibully

Sulawesi Tengah

Pria di Donggala Tebas Leher Ibu Kandung Diduga Sakit Hati Kerap Dibully

Rangga Musabar - detikSulsel
Jumat, 29 Agu 2025 19:29 WIB
Ilustrasi pembunuh, pembunuhan.
Foto: Freepik
Donggala -

Pria berinisial SL (34) di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menebas leher ibunya, LN (55) hingga putus diduga sakit hati gegara kerap dibully oleh keluarganya. Namun pelaku melampiaskan kekesalannya itu ke ibunya.

"Sebenarnya yang bully bukan korban, tapi keluarganya. Dilampiaskanlah sama mamanya ini," kata Kasat Reskrim Polres Donggala Iptu Bayu Dhamma kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).

Bayu mengatakan pelaku membawa kepala ibunya itu ke rumah kakaknya yang jaraknya sekitar 200 meter dari tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku juga mendobrak pintu rumah kakaknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Setelah itu kepalanya dipotong dan dibawa ke rumah kakaknya sekitar 200 meter dari TKP. Dia dobrak pintu lalu melempar kepala sambil bilang 'Ini kepala ibumu'," bebernya.

Lebih lanjut, Bayu mengatakan pihaknya belum bisa memastikan pelaku orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Selama pemeriksaan, pelaku mengerti pertanyaan penyidik.

ADVERTISEMENT

"Kalau dibilang ODGJ, sekarang belum bisa dikatakan. Selama diperiksa dia bisa jawab pertanyaan dan mengerti maksud penyidik," terangnya.

"Selama diperiksa, dia kooperatif. Apa yang kita tanya, dia bisa jawab. Apa yang kita maksud, dia juga mengerti," tambahnya.

Bayu mengimbau agar masyarakat mempercayakan penanganan kasus ini ke aparat kepolisian. Dia juga meminta warga tidak memilih jalan kekerasan untuk menyelesaikan persoalan.

"Setiap pembunuhan adalah pelanggaran berat yang merusak keluarga, mengganggu ketenteraman masyarakat, dan membawa konsekuensi hukum serius," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, pembunuhan itu terjadi di rumah korban di Desa Gimpubia, Kecamatan Pinembani, Donggala pada Selasa (26/8) sekitar pukul 18.00 Wita. Saat itu, pelaku datang ke rumah ibunya dengan membawa parang.

"Pelaku berhasil diamankan tanpa perlawanan setelah tim menyisir hutan dibantu masyarakat," ujar Iptu Bayu Dhamma dalam keterangannya, Kamis (28/8).




(hsr/asm)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads