Kejari Maros Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Hibah Pemkab ke KONI Rp 2 Miliar

Kejari Maros Selidiki Dugaan Penyalahgunaan Hibah Pemkab ke KONI Rp 2 Miliar

Muhammad Subhan - detikSulsel
Selasa, 25 Feb 2025 19:30 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi. (Edi Wahyono/detikcom)
Maros -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Maros tengah melakukan penyelidikan kasus dugaan penyalahgunaan anggaran hibah Pemkab Maros untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maros tahun 2024 senilai Rp 2 miliar. Sejumlah pengurus KONI akan periksa.

"Benar, kami sedang lidik dugaan penyalahgunaan dana hibah untuk KONI tahun 2024. KONI Maros dapat Rp 2 M dari APBD 2024," kata Kasi Pidsus Kejari Maros Sulfikar kepada detikSulsel, Selasa (25/2/2025).

Sulfikar mengatakan pihak akan meminta keterangan sejumlah pengurus KONI dan pengurus cabor. Namun dia enggan menyebutkan nama orang yang akan dipanggil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau ditanya nama yang akan dipanggil, kami belum bisa sampaikan," ujarnya.

Pihaknya akan fokus mengumpulkan keterangan lebih dulu. Kasus ini diusut berdasarkan laporkan dari masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Awalnya dari laporan bahwa ada penyalahgunaan anggaran hibah, ini yang kami tindak lanjuti," ucap Sulfikar.

Sementara itu, pelapor bernama Amir Kadir menduga dana hibah disalahgunakan. Dia menduga ada indikasi laporan pertanggungjawaban fiktif.

"Kami melihat ada indikasi laporan fiktif karena biaya bertanding atlet tidak ditanggung KONI, atlet membiayai sendiri latihannya dan operasional jika bertanding," kata Amir.

Dia turut menuding jika KONI Maros juga tidak membayar honor pelatih. KONI Maros pun dianggap tidak transparan dalam pengadaan barang dan jasa.

"Honor pelatih dan ofisial tidak dibayarkan dan tidak ada transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa," kata Amir.

Dia mendesak Kejari Maros untuk memproses laporan tersebut. Dia juga berharap pihak Pemkab Maros dimintai keterangan.

"Kami meminta Kejari memproses laporan kami dan memeriksa semua yang pihak terkait," pungkasnya.




(sar/ata)

Hide Ads