Wanita Bos Travel Terlapor Penipuan Ngaku Dirugikan Fotonya Ada di Billboard

Wanita Bos Travel Terlapor Penipuan Ngaku Dirugikan Fotonya Ada di Billboard

Isak Pasa'buan - detikSulsel
Selasa, 27 Sep 2022 16:13 WIB
Foto terlapor kasus penipuan travel dipajang di iklan billboard, Makassar.
Foto: Isak Pasa'buan/detikSulsel
Makassar -

Wanita bernama Selvi Ahmad Firdaus, bos SLV Travel terlapor kasus penipuan buka suara. Selvi mengaku dirugikan fotonya diiklankan di billboard jalan protokol Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), sehingga membuat laporan balik ke polisi.

"Saya merasa dirugikan (setelah viral fotonya di billboard). Makanya saya membuat laporan," kata Selvi saat dikonfirmasi detikSulsel, Selasa (27/9/2022).

Menurutnya, sebelum dirinya viral, pihaknya sudah berupaya menyelesaikan pembayaran uang dari sejumlah pelapor. Dia mengaku sudah mulai mengurus pembayarannya sejak Juli 2022.


"Perusahaan juga dari bulan Juli sebelum viral itu sudah iktikad baik menyelesaikan," ujarnya.

Selvi mengaku butuh waktu untuk menyelesaikan pembayaran tersebut. Makanya menduga ada beberapa oknum yang sengaja menghambat proses pembayaran tersebut.

"Inikan perusahaan butuh waktu sampai Desember untuk menyelesaikan. Jangan lah oknum-oknum yang memikirkan diri sendiri menghambat proses yang sudah dilalui dari bulan Juli," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Selvi Ahmad Firdaus, bos SLV Travel terlapor kasus penipuan yang fotonya terpampang di iklan billboard jalan protokol Kota Makassar resmi melapor balik ke polisi. Selvi melaporkan kasus pencemaran nama baik ke Polrestabes Makassar.

"Laporan baru kita terima," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Reonald Truly Sohomuntal Simanjuntak kepada detikSulsel, Senin (26/9).

Reonald mengatakan laporan Selvi teregistrasi pada Sabtu (24/9) lalu. Dia mengaku pihaknya akan mempelajari apakah yang dilaporkan memenuhi unsur pidana atau tidak.

"Kita masih lakukan penyelidikan. Kita akan klarifikasi baik pelapor maupun terlapornya juga kita belum tau, terpenuhi tidak unsurnya itu," kata Reonald.

"Kalau memang tidak terpenuhi kita hentikan penyelidikannya. Kita sampaikan tidak cukup-bukti dan bukan suatu tindak pidana, tapi kalau cukup bukti kita lanjutkan ke proses penyelidikan," imbuhnya.



Simak Video "Rapat dari Pagi Sampai Malam, 5 Mahasiswi di Makassar Kesurupan"
[Gambas:Video 20detik]
(asm/nvl)