Berita Nasional

Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK, Diduga Suap Satpam agar Tutup Portal Kompleks

Tim detikNews - detikSulsel
Senin, 15 Agu 2022 16:04 WIB
Alasan Brigadir J Dibunuh Menurut Pengakuan Terbaru Irjen Ferdy Sambo
Foto: Istimewa
Jakarta -

Irjen Ferdy Sambo dilaporkan ke KPK atas tuduhan tiga dugaan suap oleh sejumlah pengacara yang menamakan diri Tim Advokat Penegakkan Hukum dan Keadilan (TAMPAK). Salah satu dugaan suap yang dimaksud adalah Sambo diduga meminta satpam menutup portal kompleks dengan imbalan Rp 150 ribu.

Koordinator TAMPAK Roberth Keytimudi Lobi Gedung KPK mengungkapkan dugaan suap yang pertama berusaha diberikan pihak Sambo kepada staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) saat berada di Kantor Kadiv Propam Mabes Polri pada 13 Juli lalu.

"Staf LPSK yang berada di ruang tunggu kantor Kadiv Propam Polri itu ditemui seseorang yang berseragam hitam dengan garis abu-abu, menyampaikan dua amplop coklat dengan ketebalan masing-masing 1 cm. Seseorang yang berseragam itu mengatakan , 'menyampaikan titipan atau pesanan Bapak (Irjen Ferdy Sambo)'", kata Roberth Keytimu di Lobi Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, dilansir dari detikNews, Senin (15/8/2022).


Lebih lanjut Roberth mengungkapkan dugaan percobaan suap kedua berupa pemberian hadiah atau janji oleh Ferdy Sambo kepada sejumlah pihak yang diduga terlibat dalam perkara tersebut. Dia menyebut Sambo menjanjikan hadiah berupa uang sebesar Rp 2 miliar.

"Irjen Pol Ferdy Sambo menjanjikan hadiah uang Rp 2 miliar kepada Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), serta Kuat Ma'ruf," jelasnya.

Sementara untuk dugaan ketiga, Roberth menyebut adanya pengakuan petugas keamanan di kediaman rumah Sambo yang mengaku dibayar sejumlah uang agar menutup portal menuju kompleks rumah Irjen Ferdy Sambo. Kejadian itu diketahui terjadi pasca Sambo ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri.

"Muncul pengakuan dari petugas keamanan atau satpam kompleks rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling Ill, Jakarta Selatan, mengaku diminta menutup seluruh portal yang mengarah ke kompleks setelah kasus itu makin ramai. Bayarannya Rp 150.000," ujar Roberth.

Oleh karenanya, Roberth mengharapkan KPK bakal mengusut tiga dugaan percobaan suap yang terjadi dalam penanganan perkara Brigadir J. Menurutnya, hal itu merupakan wewenang KPK yang tertuang dalam Undang-undang.

"Sehubungan dengan itu, Kami Tim Advokat Penegakan Hukum & Keadilan (TAMPAK) mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan langkah-langkah berdasarkan Undang-Undang," tegasnya.

Dalam laporannya, Roberth mengaku telah membawa sejumlah bukti. Di antaranya adalah kumpulan pemberitaan dari media online.

Diketahui, Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi sebelumnya mengaku seorang anggotanya sempat disodori dua amplop coklat. Amplop itu diduga diberikan usai staf LPSK bertemu Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo pada Rabu, 13 Juli.

Saat itu dua petugas LPSK bertemu dengan Sambo di Kantor Kadiv Propam. Dia menyebut pertemuan itu membahas soal permohonan perlindungan bagi istri Ferdy Sambo.



Simak Video "Dugaan Pelecehan ke Istri Sambo: Dulu Duren Tiga, Kini Magelang"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)