Berita Nasional

Mahfud Ungkap Tangisan Sambo Bikin Anggota Kompolnas Benny Terkondisikan

Tim detikNews - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 14:36 WIB
Mahfud Md di Bakamla (Karin-detikcom)
Foto: Mahfud Md (Karin-detikcom)
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud Md mengungkapkan kondisi psikologis anggota Kompolnas Benny telah dikondisikan Irjen Ferdy Sambo. Akibatnya terperangkap kerangka pikir terjadi pelecehan seksual sehingga terjadi penembakan.

"Saya panggil Kompolnas, lalu Komnas HAM. Berkali-kali saya rapat dengan Kompolnas dan Komnas HAM. Masih kadangkala masih terperangkap kerangka pikir itu, bahwa ini terjadi pelecehan terjadi penzaliman sehingga ditembak," ungkap Mahfud saat tampil podcast Deddy Corbuzier seperti dilansir dari detikNews, Jumat (12/8/2022).

Mahfud menuturkan saat itu dirinya baru pulang dari Tanah Suci usai menjalankan ibadah haji. Kemudian dia memanggil Benny Mamoto untuk meminta penjelasan terkait peristiwa yang terjadi pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Irjen Sambo.


"Saya panggil Pak Benny Mamoto. Anda salah. Kenapa Anda langsung bilang bahwa itu kejadiannya benar. Padahal ini ada prespektif lain yang lebih masuk akal," bebernya.

Kata Mahfud, Benny Mamoto mengungkap memang sempat mendatangi Sambo untuk mendengar penjelasan soal peristiwa penembakan Brigadir J tersebut. Benny menceritakan Sambo saat itu menangis karena merasa terzalimi lantaran Brigadir J melecehkan istrinya.

"Kompolnas dipanggil ke situ, nangis di situ, ceritanya sama. Berarti ini ada upaya pengkondisian psikologis agar ada orang yang membela dan menyatakan bahwa dia terzalimi," tutur Mahfud.

Selain itu, Benny Mamoto dinilai Mahfud masih mengacu kepada penjelasan Kapolres Jakarta Selatan. Sehingga Mahfud lantas mempertanyakan penjelasan Benny itu. Menurut Mahfud, peristiwa dugaan pelecehan seksual itu tidak masuk akal

"'Anu Pak, begitu ada peristiwa Bapak ada di Mekkah, saya langsung Polres Jakarta Selatan. Saya mendapat penjelasan begitu dari Kapolres'. Kan yang salah Kapolres, saya bilang. Kenapa Anda langsung percaya? Itu ndak masuk akal," tutur Mahfud.

Mahfud kemudian memberikan penjelasan bahwa tidak ada kesatuan cerita dalam kejadian yang dituturkan oleh Sambo. Kasus tewasnya Brigadir J ini prespektifnya bukan pelecehan seksual, melainkan kejadian yang lain menurut Mahfud.

"Ndak ada kaitan antara satu cerita dengan cerita lainnya. Faktanya. Sudah ganti prespektif bahwa ini bukan pelecehan. Tapi sesuatu terjadi," tukasnya.



Simak Video "Ancaman Pidana Bagi Polisi yang Sembunyikan Fakta Tewasnya Yoshua"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)