Berita Nasional

Belum Saatnya Brigadir Yoshua Diusulkan Jadi Pahlawan saat HUT RI ke-77

Tim detikNews - detikSulsel
Jumat, 12 Agu 2022 07:15 WIB
Crazy Rich Ahmad Sahroni Lahap Makan Nasi Padang dan Bubur Ayam
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni (Foto: Instagram ahmadsahroni88)
Jakarta -

Usulan pengacara Brigadir J yang meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar kliennya diangkat menjadi pahlawan saat HUT RI ke-77 menuai respons negatif dari sejumlah pihak, salah satunya oleh Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni. Menurutnya, usulan itu belum saatnya untuk dipikirkan karena proses hukum masih berjalan saat ini.

"Saya rasa belum saatnya kita memikirkan hal yang seperti ini, karena proses hukum yang substansialnya saja masih jauh dari selesai," ujar Sahroni seperti dilansir dari detikNews, Rabu (10/8).

Sahroni menilai kasus ini belum selesai karena tahu cerita lengkap dan motif pembunuhan Brigadir J belum diketahui masyarakat sampai saat ini. Ia mengingatkan, saat ini fokus pada hal-hal yang bersifat substansial adalah hal yang utama.


"Setuju bila kejadian ini ada hikmahnya, yaitu menjadi momentum perubahan di Polri, namun sekali lagi, kita harus pikirkan yang substansial, bukan gimmick semata," terang Sahroni.

PKB Menilai Usulan tersebut Berlebihan

Anggota Komisi III Fraksi PKB Jazilul Fawaid juga melontarkan komentar yang serupa. Ia menilai usulan Pengacara Brigadir J tersebut berlebihan.

"Itu berlebihan, mari kita hormati proses hukum belum jelas motif dan siapa yang bersalah. Jangan mendahului putusan pengadilan," ujar Jazilul seperti dilansir dari detikNews, Rabu (10/8/2022).

Menurutnya, memberikan tanda jasa dan bagi pahlawan kepada seseorang bukanlah hal yang mudah bagi Presiden. Ada beberapa ketentuan serta aspek yang perlu diuji terlebih dahulu.

"Tidak mudah, Presiden tidak bisa semaunya memberikan tanda jasa dan gelar pahlawan, ada syarat dan ketentuan yang perlu diuji. Mbah Kholil Bangkalan yang sangat jelas jasanya buat umat saja belum bisa dipenuhi," ujarnya.

Apalagi, saat ini proses penyelidikan terhadap kasus Brigadir J masih berjalan.

Terlebih proses penyelidikan terhadap kasus Brigadir J masih berjalan. Jazilul juga menyebut status Brigadir J saat ini masih terlapor.

"Saat ini statusnya masih korban bahkan dilaporkan kasusnya, bukan pahlawan, dan masih dalam proses hukum," kata Jazilul.

Golkar Minta Pengacara Brigadir J Tunggu Hasil Penyelidikan

Sementara itu, Anggota Komisi III DPR Adies Kadir turut buka suara. Ia meminta pengacara Brigadir J bersabar dan menunggu proses penyelidikan terhadap kasus Brigadir J diselesaikan oleh pihak penyidik.

"Kita tidak bisa mengambil kesimpulan di tengah penyidikan aparat penegak hukum masih berlangsung," tutur Adies.

Dia juga mengaku optimis penyidikan terhadap kasus Brigadir J akan dilakukan secara profesional oleh pihak terkait.

"Kita harus memberikan apresiasi kepada Kapolri Bapak Listyo Sigit yang telah mengungkap kasus ini menjadi terang. Kami masih yakin dan percaya, Polri di bawah Jenderal Listyo Sigit masih bisa bekerja dengan profesional dan presisi," ujarnya.

Usulan Pengacara Brigadir J

Sebelumnya, Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak mengusulkan kepada Presiden Jokowi untuk memulihkan nama kliennya di momen HUT RI ke-77. Ia menyebut Brigadir J sebaiknya diangkat sebagai pahlawan kepolisian yang gugur dalam melaksanakan tugas.

Menurutnya, Brigadir J layak menerima gelar pahlawan karena telah berkorban untuk mengungkap kebobrokan Polri.

"Presiden RI, perlu mengambil sikap dan tindakan pada acara perayaan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke 77 untuk memulihkan harkat dan martabat serta nama baik Alm. Brigadir Polisi Nopriansyah Yoshua Hutabarat," kata Kamaruddin dalam keterangannya seperti dilansir dari detikNews, Rabu (10/8).

"Mengangkat Alm. Brigadir Polisi Nopriansyah Yoshua Hutabarat sebagai Pahlawan Kepolisian RI yang gugur dalam tugas, rela berkorban untuk mengungkap kebobrokan Polri, sehingga perlu merevolusi Polri agar menjadi penegak hukum yang humanis dan berwibawa serta disegani dalam menjalankan fungsi dan perannya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat Indonesia dengan tulus dan ikhlas," imbuhnya.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(urw/hmw)