Karir Bharada E di Brimob, Pernah BKO di Papua hingga Satgas Tinombala Poso

Sulawesi Utara

Karir Bharada E di Brimob, Pernah BKO di Papua hingga Satgas Tinombala Poso

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Rabu, 10 Agu 2022 16:44 WIB
Nama Asli Bharada E: Profil dan Fakta tentang Bharada E
Foto: Istimewa
Jakarta -

Tersangka pembunuhan Brigadir J, Richard Eliezer atau Bharada E tercatat dua kali menjadi tim Bawah Kendali Operasi (BKO) selama bertugas di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Bharada E pernah ditugaskan sebagai BKO Brimob Nusantara di Papua hingga menjadi anggota Satgas Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah (Sulteng).

"Dia ada dua kali BKO dia, Papua sama di Poso," ujar Paman Bharada E, Roycke Pudihang (54) saat berbincang dengan detikcom, Rabu (10/8/2022).

Roycke mengatakan Richard mendaftar menjadi anggota polisi di Polda Sulut pada 2019. Dia kemudian dikirim ke pusat pendidikan Brimob di Watukosek, Jawa Timur.


"Dia melamar di Polda Sulut baru dikirim ke Watukosek. Kalau tidak salah dia lulus dari Tamtama Watukosek 2020," kata Roycke.

Setelah dinyatakan lulus pada 2020, Bharada E langsung ditempatkan ke Mako Brimob. Selanjutnya, Bharada E mulai dikirim ke Papua sebagai anggota Brimob Nusantara.

"Dari Watukosek langsung ke Mako Brimob. Dari Mako Brimob diutuslah kalau tidak salah ke Papua tahun 2020, itu kurang lebih 3 bulan," ujar dia.

Setelah menuntaskan tugas di Papua, Bharada E kembali bertugas di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok. Selanjutnya pada penghujung 2020, Bharada E kembali di-BKO-kan sebagai anggota Satgas Tinombala di Poso, Sulteng.

"Kemudian dari Kelapa Dua dia kembali lagi ke Sulawesi Tengah di Poso. Dia ditugaskan ke Poso. Kalau pengamanan itu di Poso, dia masuk Satgas Tinombala," katanya.

"Dari Poso mungkin sekitar 6 bulan ditarik lagi ke Kelapa Dua. Itu Sekitar akhir 2020 kalau tidak salah di daerah Poso," imbuhnya.

Menurutnya, Bharada E sempat bertugas di Mako Brimob sepanjang 2021. Bharada E baru ditarik menjadi ajudan Irjen Ferdy Sambo pada 2022.

"Kalau tidak salah ajudan Pak Ferdy tahun ini dia," katanya.

Di mata keluarganya, Bharada E merupakan sosok yang dianggap berbakti kepada kedua orang tua dan juga sosok yang penuh prestasi. Bahkan Bharada E merupakan panutan bagi keluarganya.

"Dia itu anak baik, dengar-dengar kepada orang tua, penyayang, peduli lingkungan, masuk di komunitas pencinta alam, terus dia juga bertanggung jawab," ungkap sepupu Bharada E, Tasya dalam wawancara terpisah, Rabu (10/8).

Tasya menuturkan pernah tinggal serumah dengan Bharada E saat kecil. Mulai dari SD hingga Bharada E umur belasan tahun tinggal bersama di Manado.

"Nanti umur belasan baru tinggal berpisah. Sebelum dia menjadi anggota Brimob, dia sempat kerja di beberapa tempat," jelasnya.

Termasuk kata Tasya, Bharada E sempat membantu ayahnya yang bekerja di salah satu perusahaan sebagai sopir. Bharada E membantu angkat-angkat barang.

"Pokoknya anak yang dengar (perintah orang tua) dan suka bantu orang tua. Dia secara pribadi jadi panutan untuk saya," jelasnya.

Bharada E juga dikenalnya taat beribadah. Setiap Desember, Tasya meyebut Bharada E suka mengupload foto di gereja dan mengucapkan selamat natal untuk keluarga.

"Di antara kita keluarga, dia termasuk anak yang paling baik. Dia juga anak yang berprestasi. Dan mempunyai suara yang bagus. Pernah menyanyi di TVRI, dan juga bisa panjat tebing," jelasnya.

Pihaknya berharap ada perlindungan hukum yang diberikan kepada Bharada E. Ini disebutnya juga menjadi harapan keluarga di Manado.

"Kita cuma minta perlindungan untuk kakak saya, sesuai hukum karena kita tinggal di negara hukum dengan pasti mau bagaimana pun Tuhan pasti buka kan semuanya. Jadi kita menyerahkan semuanya pada Tuhan. Minta perlindungan HAM untuk kakak saya dan keluarga," tukasnya



Simak Video "Dugaan Pelecehan ke Istri Sambo: Dulu Duren Tiga, Kini Magelang"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)