Berita Nasional

Kata Mahfud soal Irjen Ferdy Sambo Bisa Kena Pidana gegara Ambil CCTV

Tim detikNews - detikSulsel
Senin, 08 Agu 2022 05:42 WIB
Menkopolhukam Mahfud Md.
Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJateng
Jakarta -

Menko Polhukam Mahfud MD menyebut pengambilan CCTV yang diduga dilakukan Irjen Ferdy Sambo tidak hanya terkait pelanggaran etik, namun bisa masuk ranah pidana. Dia menyebut pelanggaran etik juga bisa sekaligus sebagai pelanggaran pidana.

"Bisa masuk dua-duanya. Hukum formal itu kan kristalisasi dari moral dan etika. Jadi pengambilan CCTV itu bisa melanggar etik karena tidak cermat atau tidak profesional dan sekaligus bisa pelanggaran pidana karena obstruction of justice dan lain-lain," kata Mahfud dilansir dari detikNews, Minggu (7/8).

Mahfud menyebutkan, pelanggaran etik dan pidana dapat diusut bersamaan. Sebab kata Mahfud, sanksi etik bukan diputus oleh hakim, dan tidak termasuk hukuman pidana. Melainkan sanksi administratif seperti pemecatan, penurunan pangkat, teguran, dan lain-lain.


"Sedangkan peradilan pidana diputus oleh hakim yang hukumannya adalah sanksi pidana seperti masuk penjara, hukuman mati, perampasan harta hasil tindak pidana, dan lain-lain," ujar Mahfud.

Pemeriksaan Etik Irjen Sambo Mudahkan Pengusutan Pidana

Irjen Ferdy Sambo saat ini menghadapi pemeriksaan etik. Mahfud Md menyebut pemeriksaan etik dapat mempermudah pengusutan pidana terhadap Irjen Ferdy Sambo.

"Penyelesaian masalah etika ini malah akan mempermudah pencepatan pemeriksaan pidananya jika memang ada dugaan dan sangkaan tentang itu," tulis Mahfud di akun media sosial Instagramnya seperti dilihat detikNews, Minggu (7/8/2022).

Dijelaskan Mahfud, menurut hukum, pelanggaran etik dan pidana dapat diproses dalam waktu yang bersamaan. Proses keduanya tidak bisa saling meniadakan.

"Artinya, kalau seseorang dijatuhi sanksi etik bukan berarti dugaan pidananya dikesampingkan. Pelanggaran etik diproses, pelanggaran pidana pun diproses secara sejajar," tambah mantan Ketua MK ini.

Irjen Ferdy Sambo Dianggap Melanggar Prosedur

Irjen Ferdy Sambo ditempatkan di Mako Brimob untuk diperiksa atas dugaan pelanggaran prosedur dalam penanganan kasus tewasnya Brigadir J di rumah dinasnya.

"Dari hasil kegiatan pemeriksaan tim gabungan, Wasriksus, terhadap perbuatan Irjen FS yang diduga melakukan pelanggaran prosedur dalam penanganan tindak pidana meninggalnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Polri," kata Hal Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo dalam jumpa pers dikutip dari detikNews, Sabtu (6/8).

Dugaan pelanggaran itu setelah Inspektorat Khusus memeriksa sekitar 10 saksi dan beberapa bukti yang telah didalami.

"Oleh karenanya, pada malam hari ini yang bersangkutan langsung ditempatkan di tempat khusus yaitu di Kor Brimob Polri. Ini masih berproses," lanjutnya.



Simak Video "Mahfud Sebut Sopir Istri Sambo Jadi Tersangka Ketiga Kasus Brigadir J"
[Gambas:Video 20detik]
(ftk/hmw)