Polisi Tangkap 2 Anggota KNPB Atas Dugaan Provokasi Demo Tolak DOB Papua

Papua

Polisi Tangkap 2 Anggota KNPB Atas Dugaan Provokasi Demo Tolak DOB Papua

Wilpret Siagian - detikSulsel
Jumat, 29 Jul 2022 18:32 WIB
Kapolresta Jayapura, Kombes Viktor D Macbon.
Foto: Kapolresta Jayapura, Kombes Viktor D Macbon. (Dok. Istimewa)
Jayapura -

Polisi menangkap 2 anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yakni JW dan RW di Kota Jayapura, Papua. Keduanya diamankan atas dugaan provokasi aksi demo penolakan pemekaran daerah otonomi baru (DOB) Papua.

Keduanya diamankan di Pasar Mama-mama, Jayapura, Papua, Jumat dini hari (29/7/2022). Saat itu keduanya tengah melakukan ajakan diduga provokatif untuk melakukan aksi demo penolakan DOB Papua.

"JW dan RW diamankan anggota saat melakukan provokasi di Pasar Mama-mama Papua di Jalan Percetakan Kota Jayapura," ujar Kapolresta Jayapura Kota Kombes Victor D. Mackbon di Mapolresta Jayapura Kota, Jumat (29/7).


Penangkapan JW dan RW menindaklanjuti laporan warga yang mengaku adanya informasi provokatif yang beredar terkait aksi unjuk rasa yang tidak menginginkan prosesi perundang-undangan DOB.

"Tentunya ini menjadi petunjuk kami. Jika niat aksi baik tidak mungkin jam 2 pagi yang bersangkutan ada di lokasi tersebut," tegasnya.

Pihaknya juga menemukan informasi massa demo akan melakukan long march yang terindikasi mengarah kepada tindakan yang anarkis.

"Dari awal sudah kami sampaikan, Polresta Jayapura Kota selalu membuka ruang untuk penyampaian aspirasi dengan memfasilitasi penyampaian aspirasi ke pemerintah atau DPR, tetapi PRP tetap ngotot harus long march," imbuh Victor.

Masyarakat pun dianggap cukup bijak menanggapi berita-berita provokatif yang dilakukan oleh Petisi Rakyat Papua PRP yang merupakan aliansi KNPB. Buktinya sampai saat ini warga Kota Jayapura tidak mau mengikuti kemauan KNPB.

"Isu yang berkembang JW dan RW diculik, hal tersebut tidak benar, dimana keduanya diamankan berdasarkan laporan masyarakat," ucapnya.

Victor menambahkan, dua anggota KNPB yakni JW dan RW kini masih diinterogasi. Keduanya terancam dijerat pasal 167 KUHP.

"Hingga saat ini sifatnya masih interogasi dengan persangkaan Pasal 167 KUHP dan terancam pidana penjara maksimal 9 bulan," tandasnya.



Simak Video "Tito Resmikan 3 Provinsi Baru di Papua dan Lantik Pj Gubernur"
[Gambas:Video 20detik]
(sar/tau)