Berita Nasional

Pelukan Fadil-Sambo Dinilai Jadi Masalah karena Diekspos

Tim detikNews - detikSulsel
Kamis, 21 Jul 2022 01:32 WIB
Benny Mamoto.
Foto: Benny Mamoto.
Jakarta -

Momen berpelukan Irjen Ferdy Sambo dan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran jadi perbincangan publik di tengah penyelidikan tewasnya Brigadir J atau Yoshua. Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto menilai momen Fadil dan Sambo biasa saja, namun kini menjadi masalah karena diekspos.

"Ya itu kan pertemanan, urusan berdua pertemanan. Bukan (sesuatu yang salah)," ungkap Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto di Gedung Bareskrim Polri, seperti dilansir dari detikNews, Rabu (20/7/2022).

"Tapi karena diekspos jadi masalah," katanya menambahkan.


Kendati demikian, Polri menegaskan bahwa proses penyidikan tidak bisa dicampur aduk dengan momen pelukan tersebut, walaupun kasus tersebut sedang ditangani oleh Polda Metro Jaya.

"Kejadian antara Kapolda dengan Ferdy Sambo itu personal, rasa empatinya saja. Tapi proses penyidikan nggak bisa dicampuradukkan, proses penyidikan tetap profesional, transparan, dan akuntabel," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan, Selasa (19/7).

"Jadi nggak dipengaruhi kejadian-kejadian seperti itu," tambahnya menegaskan.

Menurut Dedi, penyidik tentunya memiliki kode etik profesi yang dijunjung tinggi. Oleh sebab itu penyidik tentunya bisa dituntut jika tidak profesional dalam menangani suatu kasus.

"Penyidik ini memiliki kode etik profesi yang harus dijunjung tinggi. Ini menyangkut masalah trust juga. Ketika penyidik mencoba tidak profesional, maka dia bisa dituntut juga," ujar Dedi.



Simak Video "Kompolnas: Jenazah Brigadir J Segera Dijadwalkan Autopsi Ulang"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)