Kapolda Maluku Pastikan Pemulihan Trauma Anak yang Diperkosa Ayahnya

Maluku

Kapolda Maluku Pastikan Pemulihan Trauma Anak yang Diperkosa Ayahnya

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Minggu, 10 Jul 2022 19:30 WIB
Pelaku pemerkosaan anak kandung saat digiring ke Polresta Ambon (detikcom/Muslimin Abbas).
Foto: Pelaku pemerkosaan anak kandung saat digiring ke Polresta Ambon (detikcom/Muslimin Abbas).
Ambon -

Kapolda Maluku Irjen Lotharia Latif memastikan pemulihan trauma terhadap bocah 11 tahun di Kota Ambon diperkosa oleh ayah kandung dan rekannya. Lotharia mengatakan pemulihan trauma pascakekerasan seksual yang dialami korban menjadi salah satu yang dikedepankan oleh pihaknya.

"Lakukan trauma healing kepada mereka yang menjadi korban kekerasan seksual," kata Irjen Lotharia dalam keterangannya, Minggu (10/7/2022).

Lotharia menekankan perspektif penyidik tidak boleh hanya terpaku kepada pelaku. Pemulihan anak korban kekerasan seksual juga sangat penting.


"Agar penyidik tidak hanya memproses tegas pelakunya, tapi juga dapat melindungi anak yang menjadi korban persetubuhan," kata Lotahria.

"Pulihkan traumanya dan tak kalah penting identitasnya juga lindungi, tak boleh disampaikan ke publik," imbuhnya.

Bejat Ayah di Ambon Lapor Polisi Anak Diperkosa Ternyata Ia Ikut Melakukan

Seperti diketahui, warga Kota Ambon belum lama ini digemparkan dengan aksi seorang ayah yang mengaku anaknya diperkosa. Namun belakangan terungkap bahwa dia juga ikut memperkosa anak kandungnya.

Kasi Humas Polresta Ambon dan Pulau-pulau Lease Ipda Moyo Utomo mengatakan pelaku memperkosa korban saat berusia 9 tahun dan 11 tahun. Tapi pemerkosaan ini tidak langsung terungkap.

Kemudian belum lama ini pelaku A mengetahui bahwa putrinya diperkosa oleh pelaku OR. Akibatnya dia langsung melaporkan OR ke Polresta Ambon.

Namun penyidik yang melakukan pendalaman mendapatkan pengakuan korban bahwa dia memang diperkosa oleh OR yang merupakan rekan ayahnya. Kemudian korban juga mengungkap bahwa sebenarnya dia juga pernah diperkosa oleh ayahnya.

"Setelah didalami dari penyidik dan pendamping ternyata ada kejanggalan sehingga ditelusuri ternyata ada pengakuan dari korban ini pernah diperkosa dari orang tua yaitu bapak kandungnya," kata Ipda Moyo kepada detikcom, Rabu (6/7).

"Kalau dari bapak kandung sejak usia 9 tahun dan keduanya itu usia 11 tahun orang tua juga melakukan itu. Kalau dari OR itu persetubuhan dan pencabutan dilakukan penginapan kalau bapaknya di rumah," sambungnya.

Menurut Moyo, OR memperkosa korban dengan cara berjanji akan membawa korban bertemu ibunya di Pulau Jawa. Korban yang memang selalu ingin bertemu dengan ibunya kemudian diperkosa pelaku.

"Kalau OR melakukan itu dengan iming-iming kemudian dilakukan dengan paksa, iming-iming itu karena korban ini dia ingin pulang ke ibunya karena domisili ibunya kan di Jawa. OR membujuk rayu akan mengantarkan kemudian dilakukan itu kepada korban," kata Moyo.

Akibat perbuatan bejatnya, ayah korban dan OR telah ditangkap dan diamankan di tahanan Polresta Ambon. Pelaku QR ditangkap pada Jumat (1/7) lalu, kemudian polisi lanjut menangkap pria A pada keesokan harinya, Sabtu (2/7).



Simak Video "Rayakan Hut Bhayangkara, Polda Maluku Pecahkan Rekor MURI"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/sar)