Luwu Timur

Besok Polisi Gelar Perkara 'Ayah Perkosa 3 Anak', Kompolnas-Bareskrim Hadir

Hermawan Mappiwali - detikSulsel
Kamis, 19 Mei 2022 10:23 WIB
Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom).
Foto: Mapolda Sulsel (Hermawan/detikcom).
Makassar -

Polisi besok bakal melakukan gelar perkara kasus 'ayah perkosa 3 anak' di Kabupaten Luwu Timur (Lutim), Sulawesi Selatan (Sulsel). Kompolnas hingga Bareskrim Polri akan memantau secara langsung jalannya gelar perkara.

"Besok jam 10 (gelar perkara) di Polda, nanti kita sediakan tempat," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana saat dimintai konfirmasi detikSulsel, Kamis (19/5/2022).

"Nanti yang di Jakarta ada dari Kompolnas sama Bareskrim (juga hadir)," lanjut dia.


Sementara dari pihak terkait di Sulawesi Selatan juga akan menghadiri gelar perkara tersebut. Antara lain Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) hingga LBH Makassar.

"Dari Sulawesi Selatan ada DP3A Sulsel, LBH," tutur Suartana.

Sedianya gelar perkara bakal dilakukan hari ini namun penyidik menunda. Penyidik masih menyiapkan sejumlah hal sebelum gelar, termasuk menunggu kehadiran pihak korban.

"Menunggu juga korban datang dari Luwu, belum datang dia," ujar Kombes Suartana.

Kasus Ayah Perkosa 3 Anak Kandung

Seorang ayah berinisial S dilaporkan memperkosa tiga anaknya di Luwu Timur pada 2019 silam namun kasus ini disetop polisi dengan alasan tidak cukup bukti. Belakangan kasus ini sempat trending di twitter karena keputusan SP3 polisi dinilai prematur.

Karena desakan sejumlah pihak, polisi kembali membuka kasus tersebut pada 2021 lalu. Dalam keterangannya, LBH Makassar yang mendampingi korban menyatakan dugaan pemerkosaan tertuang dalam dokumen pemeriksaan psikolog di Makassar terhadap korban dan bahkan 2 rekan pelaku juga diduga ikut melakukan pemerkosaan.

"Fakta baru menyebutkan ada dua pelaku lain selain terlapor," ujar Ketua Divisi Perempuan Anak dan Disabilitas LBH Makassar, Resky Pratiwi, saat jumpa pers di kantornya, Sabtu (9/10/2021).

Resky mengatakan pemeriksaan tersebut tepatnya dilakukan oleh psikolog P2TP2A Kota Makassar pada Desember 2019. Dia mengatakan LBH Makassar memang telah meminta pemeriksaan psikolog tersebut dan telah diajukan ke Polda Sulsel, pada proses gelar perkara yang berujung penghentian penyelidikan pada Maret 2020.

"Ini adalah laporan psikolog baru setelah proses penyelidikan dihentikan," ungkap Resky.



Simak Video "Korban Dugaan Pencabulan di Luwu Timur Batal Diperiksa Dokter Kandungan"
[Gambas:Video 20detik]
(hmw/nvl)