4 Wanita Dijebak Prostitusi Papua, Bos Karaoke Asal Makassar Jadi Tersangka

Taufik Hasyim - detikSulsel
Selasa, 22 Feb 2022 16:30 WIB
Konferensi pers TPPO wanita asal Sukabumi di Mapolres Paniai, Papua.
Foto: Istimewa
Paniai -

Polres Paniai, Papua menetapkan tersangka kasus empat wanita asal Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) yang terjebak prostitusi di Papua. Termasuk di antaranya bos pemilik karaoke asal Makassar, Kaharuddin.

"Jadi pada 16 Februari 2022 kami mendapatkan informasi bahwa ada laporan di Polres Sukabumi, Polda Jabar bahwa diduga telah terjadi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), selanjutnya kami melakukan penyelidikan dan mengamankan 4 perempuan yang diduga sebagai korban di daerah Distrik Bayabiru yang berasal dari Sukabumi," ungkap Kapolres Paniai Kompol Abdus Syukur Felani dalam rilis yang diterima detikSulsel, Selasa (22/2/2022).

Kemudian pihak polisi pada 17 FebruARI 2022 membawa keempat korban tersebut dari Distrik Bayabiru ke kantor Perwakilan Polres Paniai di Nabire dengan menggunakan pesawat jenis Karavan untuk dimintai keterangan.


"Selanjutnya kami melakukan penyelidikan dan penyidikan dan menetapkan seorang tersangka pemilik kafe atau pemilik karaoke Three in one atas nama Kaharuddin. Tim penyidik menyita barang bukti identitas para korban dan dua bukti transfer senilai Rp 50 juta dan Rp 19 juta," jelasnya.

Polres Paniai telah menyerahkan 4 korban beserta 2 tersangka atas nama Herawati alias Izzy dan Munzir Djafar alias Ayah. Mereka dikawal oleh 3
personil penyidik satreskrim Polres paniai. 2 tersangka tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polres Sukabumi Polda Jabar di Jayapura.

"Penyerahannya bertempat di Polsek Sentani Kota kepada penyidik satreskrim Polres Sukabumi Polda Jabar dalam penyerahan tersebut disaksikan oleh penyidik subdit 4 Renata Polda Papua," tukasnya.

Seperti diketahui, empat wanita asal Sukabumi terjebak bisnis prostitusi di Papua. Keempat wanita itu terdiri atas satu wanita dewasa, dua wanita remaja di atas 18 tahun, dan satu wanita di bawah umur.

Mereka dijanjikan pekerjaan nyaman di suatu tempat hiburan, tetapi malah kemudian dipaksa melayani syahwat tamu-tamu yang datang. Kartu identitas dan kartu keluarga mereka pun dipalsukan. Polisi pun turun tangan dalam menangani kasus ini.



Simak Video "Haru Sambut Kepulangan 4 Wanita Sukabumi Terjebak Prostitusi di Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/nvl)