Kaltim

Polisi Tangkap 2 Pengedar Sabu 16 Kg di Samarinda, Pemilik Masih Buron

Muhammad Budi Kurniawan - detikSulsel
Jumat, 18 Feb 2022 19:07 WIB
Polresta Samarinda saat menggelar jumpa persspengungkapan narkoba sabu 16,8 kilogram asal Kalimantan Selatan
Foto: Polresta Samarinda saat menggelar jumpa pers pengungkapan narkoba sabu 16,8 kilogram asal Kalsel (Muhammad Budi Kurniawan/detikcom)
Jakarta -

Polisi menangkap 2 pria inisial RD (22) dan RS (35) pengedar narkoba jenis sabu seberat 16,8 kilogram di Kota Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim). Namun pemilik sabu yang menitipkan barang haram itu kepada RD dan RS masih buron.

"Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat, setelah kita lakukan pengembangan dua tersangka berhasil kita amankan beserta barang bukti sabu seberat 16,882 kilogram dan 25 gram ekstasi," jelas Kombes Ary Fadil saat menggelar jumpa pers, Jumat (18/2/2022).

Ary menjelaskan, kedua pelaku diamankan di perumahan Pandan Wangi, Blok L No.38 jalan AW SYahranie, Samarinda pada Rabu malam (16/2). Rencananya sabu asal Kalimantan Selatan tersebut akan diedarkan kedua pelaku di wilayah Kalimantan Timur khususnya Samarinda.


"Jadi barang ini juga diperkirakan berasal dari wilayah Kalimantan Selatan dan salah satu pelakunya ada yang ditunjuk untuk menerima dan mengedarkan di Samarinda," ujar Ary.

Pemilik barang dari Banjarmasin mengirimkan barang haram tersebut memakai jasa kurir. Setiap kali melakukan pengiriman, para kurir mendapat bayaran sebesar Rp10 juta.

"Mereka ini masih menunggu arahan selanjutnya dari otak atau pemilik barang ini karena yang kita amankan ini adalah rekrutmen dari pemiliknya. Sedangkan pemilik sabu kini masih kita lakukan pengejaran," terangnya.

Jaringan narkotika yang diamankan ini merupakan jaringan yang sebelumnya telah terungkap dan memiliki keterkaitan. Bahkan dari hasil pengembangan diketahui dikendalikan dari dalam lapas di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Untuk markas mereka ini selalu berpindah-pindah. Yang pasti kita akan memperketat jalur masuk terkhusus di Samarinda. Karena banyak jalur sungai yang bisa ditembus juga kita juga akan memperluas jaringan serta kerjasama dari masyarakat," tutupnya.

RD dan RS kini telah diamankan di Polresta Samarinda beserta barang bukti, keduanya di jerat Pasal 114 Ayat (2) jounto Pasal 112 Ayat (2) dengan ancaman paling lama 20 tahun penjara.

(tau/nvl)