15 Ukiran Toraja Penuh Makna Mulai Penolak Bala-Pembawa Rezeki

15 Ukiran Toraja Penuh Makna Mulai Penolak Bala-Pembawa Rezeki

Nur Ainun - detikSulsel
Kamis, 12 Jan 2023 20:10 WIB
Ukiran Toraja PaTutu Rabung atau PaDempang
Ukiran Toraja (Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL))
Makassar -

Ukiran Toraja menjadi salah satu ciri khas yang dimiliki oleh Suku Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel). Suku Toraja dikenal memiliki sejumlah kekayaan alam dan aneka ragam budaya, termasuk karya seni rupa ukir yang indah.

Setidaknya, ada ratusan jenis ukiran Toraja. Setiap ukiran tersebut pun memiliki arti dan makna masing-masing.

Ragam jenis ukiran ini biasanya ditemui pada dinding rumah adat Toraja. Selain itu, ukiran Toraja juga digunakan pada bagian luar alang, erong, atau peti jenazah.


Warna-warna yang digunakan dalam ukiran Toraja ada empat macam yakni, putih, kuning, merah, dan hitam. Masing-masing memiliki makna spritual tersendiri. Berikut adalah makna setiap warna ukiran Toraja:

  • Putih menandakan arah mata angin utara, sebagai simbol kebesaran dan tempat bertakhta Puang Matua (Tuhan Allah).
  • Kuning menandakan warna matahari terbit sehingga menandakan arah mata angin timur, sebagai simbol kematangan, kehidupan, dan penghormatan kepada dewa-dewa (khusus dalam kepercayaan agama asli orang Toraja).
  • Merah menandakan warna matahari saat tenggelam sehingga menandakan arah mata angin barat, sebagai simbol keberanian, dan sebagai simbol kematian.
  • Hitam menandakan arah mata angin selatan, sebagai simbol kembali ke awal sebelum terang diciptakan, dan bersemayamnya arwah orang mati.

Setelah mengetahui makna warna yang terdapat pada ukiran Toraja, berikut ini 15 jenis ukiran Toraja beserta maknanya.

Jenis Ukiran Toraja dan Maknanya

Ukiran Toraja Kelompok Garonto' Passura'

Ukiran Toraja kelompok Garonto' Passura' adalah motif pada Ukiran Toraja yang berisi dasar lambang kearifan hidup suku Toraja. Berikut sejumlah ukiran Toraja dari kelompok Garonto' Passura':

a. Pa'Barre Allo

Ukiran Toraja Pa'Bare' AlloUkiran Toraja Pa'Bare' Allo Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Barre Allo memiliki arti ukiran yang menyerupai bulatan matahari dengan pancaran sinarnya. Berasal dari kata "Barre" yang berarti bulatan atau lingkaran dan "Allo" yang berarti Matahari.

Jenis ukiran ini biasanya digunakan pada bagian rumah adat Toraja yang mencuat condong ke atas berbentuk segitiga, baik bagian depan maupun belakang rumah. Ukiran ini selalu digunakan bersama-sama dengan ukiran Pa'Londongan.

Motif Pa'Barre Allo memiliki sejumlah makna. Antara lain sebagai berikut:

1. Menyatakan tanda kemuliaan kepada Tuhan yang telah menciptakan Matahari;
2. Lambang kebesaran, keagungan dan kebanggaan bagi orang-orang Toraja;
3. Satu kesatuan yang utuh dan bulat dan memiliki tujuan yang sama dari negeri Tondok Lepongan Bulan Tana Matari Allo.

b. Pa'Tedong

Ukiran Toraja Pa'TedongUkiran Toraja Pa'Tedong Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Tedong memiliki arti ukiran yang menyerupai muka seekor kerbau. Berasal dari kata "Tedong", yang dalam bahasa Toraja berarti kerbau.

Jenis ukiran ini melambangkan kerbau di Toraja adalah binatang peliharaan yang utama dan sangat disayangi. Bagi masyarakat Toraja kerbau memiliki fungsi ganda misalnya emas kawin, alat transaksi dalam jual beli masyarakat Toraja dan sebagai korban persembahan kepada Dewa dan leluhur.

Sebelum ada teknologi kerbau dijadikan sebagai alat pengolah sawah. Bagi masyarakat Toraja, kerbau memiliki tingkatan (strata) dan jenis-jenis seperti, kerbau Balian, Saleko, Bonga, Pudu' dan Sambao. Untuk menentukan harga dari seekor kerbau akan dilihat dari jenis dan tingkatannya.

Pa'tedong memiliki makna ukiran yang melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Toraja. Jenis ukiran ini dilukiskan pada indo' para (papan besar teratas) dan pada dinding-dinding penyanggah badan rumah dan lumbung padi.

Jika ukiran Pa'Tedong tidak terdapat pada rumah atau lumbung padi, maka akan dipandang ukiran tak bermutu dan dianggap sebagai ukiran yang sedat atau buta. Menurut anggapan orang-orang tua ukiran Pa'Tedong adalah berpasangan dengan ukiran Pa'Doti Langi'.

Oleh sebab itu jika ada orang yang mempunyai banyak kerbau dan mempunyai Ma' Doti Lagi', maka sempurnalah kekayaannya.

c. Pa'Londongan

Ukiran Toraja Pa'LondonganUkiran Toraja Pa'Londongan Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Londongan biasanya digunakan pada longa rumah dan lumbung di bagian depan maupun bagian belakang. Jenis ukiran ini memiliki arti "Londong" yang berarti ayam jantan.

Motif Pa'Londongan memiliki makna sebagai berikut:

1. Melambangkan keberanian seorang pemimpin, yang arif dan bijaksana;

2. Diharapkan penghuni rumah mendapat keturunan yang berani seperti ayam jantan, yang kelak dapat melindungi orang banyak;

3. Melambangkan penyelesaian hukum adat.

Kebiasaan leluhur orang Toraja pada waktu mau penghamburan bibit padi terlebih dahulu melihat peredaran bintang dan bulan. Kalau ayam Lapandek itu sudah nampak di bulan, maka itulah tanda bahwa hujan hampir turun. Pada waktu itu mulailah orang membuka persemaian dan bekerja di sawah. Itulah sebabnya lukisan ayam jantan selalu ada pada rumah atau lumbung, bukan berarti ayam itu ada karena orang Toraja gemar sabung, melainkan memberikan tanda kehidupan.

d. Pa'Sussuk

Ukiran Toraja Pa'SussukUkiran Toraja Pa'Sussuk Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Sussuk berasal dari kata "Sussuk", yang artinya dikupas. Ukiran Pa'Sussuk adalah ukiran yang hanya dikupas sejajar dan tidak diwarnai.

Pa'Sussuk memiliki makna yang melambangkan kegotong-royongan, kebersamaan kesatuan masyarakat yang demokratis. Ukiran Pa'Sussuk ini terletak pada dinding rumah dan lumbung.

Jenis ukiran ini hanya digunakan pada Tongkonan tertentu saja, tidak boleh secara sembarangan. Tongkonan yang dimaksud adalah Tongkonan yang berperan dalam menentukan kebijakan dasar (dasar kehidupan dalam wilayah adat yang bersangkutan).

Ukiran Toraja Kelompok Passura' Pa'Barean

Ukiran Toraja kelompok Passura' Pa'Barean adalah motif ukiran Toraja yang melambangkan kegembiraan dan kesenangan pada etnis Toraja. Berikut sejumlah ukiran Toraja dari kelompok Passura' Barean.

a. Pa'Dadu

Ukiran Toraja Pa'DaduUkiran Toraja Pa'Dadu Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Dadu adalah sejenis benda segi empat yang sama sisi. Permainan dadu di Toraja merupakan sejenis judi yang sangat digemari oleh hampir sebagian masyarakat pada zaman dulu.

Ukiran Pa'Dadu ini memberikan makna dan peringatan kepada anak cucu bahwa bermain dadu (judi) lebih banyak dampak negatif yang didapatkan ketimbang manfaat positif. Ukiran ini dilukiskan di samping rumah.

b. Pa'Sala'bi Di To'Mokki

Ukiran Toraja Pa'Sala'Bi Di To'MokkiUkiran Toraja Pa'Sala'Bi Di To'Mokki Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Sala'bi' Di To'Mokki ini memiliki arti pesan atau harapan agar kiranya anak cucu selalu terhindar dari segala wabah penyakit dan segala macam marabahaya. Letak ukiran Pa'Sala'bi' Di To'Mokki dilukiskan pada dinding rumah dan lumbung.

Di To'Mokki berarti dipahat bisa juga ditekan dengan ujung jari. Sehingga ukiran ini menyerupai anyaman dari belahan bambu yang biasanya diletakkan sekeliling dinding rumah adat. Dengan demikian Pa'Sala'bi Di To'Mokki berguna untuk menangkal hal-hal yang tergolong tidak baik. Maka dari itu, masyarakat Toraja percaya bahwa segala hal yang tidak baik jika ada jenis ukiran ini di Tongkonan maka itu adalah penolak Bala.

Ukiran ini dipercaya dapat menolak bala jika ada orang yang berniat jahat terhadap salah satu rumpun Tongkonan. Sehingga orang Suku Toraja biasanya menyelesaikan persoalan di Tongkonan agar siapapun yang berniat jahat akan luluh.

c. Pa'Sala'bi' Biasa

Ukiran Toraja Pa'Sala'bi' BiasaUkiran Toraja Pa'Sala'bi' Biasa Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Sala'bi' Biasa dalam hidup ini kita agar selalu berhati-hati terhadap segala kemungkinan, baik yang bersifat penyakit misalnya penyakit sampat maupun serangan yang tiba-tiba datang dari musuh. Letak ukiran Pa'Sala'bi' Biasa dilukiskan pada dinding rumah dan lumbung.

Simbol ukiran ini dalam bentuk belahan bambu secara bersilang, secara umum Sala'bi' juga dapat berarti pagar yang terbuat dari belahan bambu. Secara geografis orang Toraja hidup jauh dari daerah pesisir dan mendiami daerah puncak atau tebing-tebing gunung.

Di sekitar tempat membangun rumah-rumah mereka itulah diberi pagar dari belahan bambu untuk mencegah dan menghalangi dari setiap serangan binatang buas atau setiap hal yang dapat dianggap membahayakan.

d.Pa'Ulu Karua

Ukiran Toraja Pa'Ulu KaruaUkiran Toraja Pa'Ulu Karua Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Ukiran Pa'Ulu Karua ini memiliki arti atau pesan atau makna atau harapan agar dalam keluarga muncul orang memiliki ilmu (pengetahuan) yang tinggi untuk kepentingan masyarakat, mampu mendeteksi situasi-situasi yang berkembang dalam masyarakat dan memiliki hati yang lurus dan pikiran yang lurus. Ukiran ini dilukiskan pada dinding rumah dan lumbung.

Menurut mitos, dahulu kala ada delapan leluhur dari orang Toraja yang masing-masing menurunkan ilmu dan pengetahuan menyangkut kehidupan ini. Kedelapan orang inilah merupakan pencipta ilmu pengetahuan yang diturunkan kepada anak cucu Tomanurung. Kedelapan orang ini konon kabarnya menurut mitos Toraja diciptakan oleh Puang Anggemaritik (Puang Matua = Tuhan) dalam sebuah puputan kembar ajaib (Sauan Sibarrung) dan masing-masing memiliki ilmu dan keterampian.

Ilmu dan keterampilan inilah yang dikembangkan manusia dari zaman ke zaman hingga saat ini yang dikenal dengan ilmu teknik, ilmu kesehatan, ilmu alam, ilmu ekonomi, ilmu tumbuh-tumbuhan dan lain-lain. Pa'Ulu Karua juga berarti bahwa orang yang mempunyai kemampuan untuk berbaur dengan semua pihak.

e. Pa'Lamban Lalan

Ukiran Toraja Pa'Lamban LalanUkiran Toraja Pa'Lamban Lalan Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Ukiran Pa'Lamban Lalan mirip jenis rumput yang bercabang seperti ubi jalar dan biasanya tumbuh di pinggir-pinggir jalan. Berasal dari kata "Lamban" yang berarti menyeberangi dan "Lalan" yang berarti jalanan. Letak ukiran Pa'Lamban Lalan dilukiskan pada dinding rumah.

Ukiran Pa'Lamban Lalan ini memiliki arti atau pesan atau makna sebagai berikut:

1. Jangan mencampuri perkara atau urusan orang lain bila tidak dibutuhkan atau tidak ada sangkut pautnya dengan diri sendiri.

2. Mengingatkan kepada anak cucu bahwa untuk mencapai tujuan harus waspada terhadap segala tantangan dan cobaan.

3. Mengingatkan kepada anak cucuk hendaklah jangan melakukan hal-hal yang dapat mencelakai diri sendiri.

f. Pa'Tangke Rapa'

Ukiran Toraja Pa'Tangke Rapa'Ukiran Toraja Pa'Tangke Rapa' Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Tangke Rapa' memiliki arti ukiran yang diciptakan mirip sebatang tangkai yang rapat ke tanah. Berasal dari kata "Tangke" yang berarti tangkai dan "Rapa" yang berarti sampai ke tanah.

Ukiran Pa'Tangke Rapa' ini berisi harapan agar pemilik rumah, anak dan cucu kelak damai penuh kebahagiaan. Sehingga tidak mudah goyah oleh sesuatu yang dapat merugikan rumpun keluarga besar.

Jenis ukiran ini dilukiskan pada kayu melintang. Serta ukiran ini digunakan pada dinding bagian tengah samping rumah dan depan.

g. Pa'Tutu' Ra'bung atau Pa'Dempang

Ukiran Toraja Pa'Tutu' Ra'bung atau Pa'DempangUkiran Toraja Pa'Tutu' Ra'bung atau Pa'Dempang Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Tutu' Ra'bung atau Pa'Dempang ukiran yang semacam alas pakaian yang terdapat pada dada anak-anak. Ukiran ini mengandung sejumlah harapan bagi anak-anak.

Harapan yang terkandung pada ukiran ini, senantiasa anak dalam keadaan yang sehat dan terlindungi dari berbagai macam penyakit. Jenis ukiran Pa'Tutu' Ra'bung ini dilukiskan pada kayu melintang pada bagian bawah pada lumbung atau rumah.

Ukiran Toraja Kelompok Passura' To Dolo

Ukiran Toraja kelompok Passura' To Dolo adalah motif pada ukiran Toraja yang menjadi lambang tata cara persembahan kepada leluhur. Ukiran Toraja ini merupakan ukiran tua.

Berikut sejumlah ukiran Toraja dari kelompok Passura' To Dolo

a. Pa'Doti Langi'

Ukiran Toraja Pa'Doti Langi'Ukiran Toraja Pa'Doti Langi' Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Doti Langi' merupakan ukiran yang pokok dari segala ukiran. Karena dianggap berasal dari langit. Rumah yang dihiasi ukiran ini menandakan bahwa rumah ini adalah rumah pusaka (banuannya Tongkonan).

Ukiran jenis ini memiliki makna sebagai tanda kebangsawanan seorang wanita Toraja. Ukiran Pa'Doti Langi' ini dilukiskan hanya pada Tongkonan tertentu, tidak boleh Tongkonan biasa, diletakkan pada sangka'(ampang) longa.

Pa'Doti Langi' berasal dari kata "Doti" artinya ilmu hitam biasa juga ditujukan kepada kerbau belang, sedangkan "Langi" artinya langit. Ukiran ini hanya dapat dilukiskan pada usungan mayat wanita orang bangsawan, tetapi tidak diperkenankan pada mayat orang biasa.

Pa'Doti Langi' adalah ukiran yang diciptakan:

1. Semacam palang yang berjejer-jejer dan ditengah-tengahnya palang ada rupa lain seperti bintang-bintang di atas langit;

2. Ada pada kain tua (maa') yang sampai sekarang masih ada di Toraja. Kain itu beri nama Doti Langi';

3. Diletakkan pada dinding-dinding rumah Tongkonan dan lumbung padi terlebih pada palang dari lonjong rumah (Sangka' Longa);

4. Pada bungkusan mayat orang bangsawan yang berjenis kelamin perempuan yang diupacarakan pada level tertinggi (sapu randanan). Pada balunnya (peti mayat yang agak bundar) disalut dengan perak dan emas yang sudah ditempa, digunting-gunting menyerupai ukiran Pa'Doti Langi'.

b. Pa'Limbongan

Ukiran TorajaPa'LimbonganUkiran TorajaPa'Limbongan Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Limbongan memiliki arti sebagai sumber mata air yang tidak pernah kening yang dapat memberi kehidupan alam sekitarnya. Berasal dari kata "Limbong" yang berarti danau.

Ukiran jenis ini diyakini sebagai Ne' Limbongan yang merupakan nama orang. Kabarnya dia adalah arsitek Toraja pertama yang sekaligus penemu ukiran Toraja sekitar 3.000 tahun yang silam.

Pa'Limbongan menunjukkan makna bahwa orang Toraja gigih dan bertekad memperoleh berkat dan rezeki dari empat penjuru mata angin dan bagaikan mata air yang bersatu dalam satu danau dan memberikan kebahagian bagi anak cucunya. Ukiran Pa'Limbongan ini dilukiskan pada dinding rumah bagian samping.

c. Pa'Suletang

Ukiran Toraja Pa'SuletangUkiran Toraja Pa'Suletang Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Suletang berasal dari kata "Suletang" yang berarti erong. Ukuiran ini memiliki arti yang di kaitkan pada erong, karena ukirannya dibundar (dikampasu) kemudian dikaitkan dengan yang lain sehingga di namakan suletang.

Jenis ukiran ini hanya dilukiskan pada peti orang mati. Pa'Suletang memiliki makna untuk memperhatikan dan menghargai orang yang mati kelak kemudian mereka dapat memberkati orang yang masih hidup.

d. Pa'Lolo Tabang

Ukiran Toraja Pa'Lolo TabangUkiran Toraja Pa'Lolo Tabang Foto: (dok. istimewa/KIKOMUNAL)

Pa'Lolo Tabang memiliki arti yang menyerupai pucuk daun tabang yang merupakan salah satu tanaman utama setelah pinang. Berasal dari kata "lolo" berarti pucuk dan "Tabang" berarti pohon lenjuang.

Ukiran jenis ini mengandung pesan dan makna bahwa orang-orang tua dahulu mendambakan agar manusia atau anggota masyarakat selalu berada dalam ketenangan batin, sehat jasmani dan terhindar dari segala bala penyakit. Ukiran Pa'Lolo Tabang ini dilukiskan pada bingkai atau sangkinan yang khusus berdiri ke atas dan miring.



Simak Video "Belasan Nakes di Tana Toraja Lulus PPPK, Tiba-tiba Dianulir"
[Gambas:Video 20detik]
(edr/asm)