PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar) terus memperkuat perannya sebagai Bank Devisa dalam mendukung aktivitas perdagangan internasional. Bank Sulselbar turut membuka akses bisnis bagi pelaku usaha di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat menuju pasar global.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Business Connection Indonesia-China yang digelar di Hotel The Rinra Makassar, pada Selasa (8/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, Direktur Kredit & UMKM Bank Sulselbar Dwi Zulkarnain, serta sejumlah perwakilan instansi pemerintah.
Dalam sambutannya, Dwi menyampaikan bahwa kegiatan Business Connection Indonesia-China diselenggarakan untuk mempertemukan pelaku usaha, mitra bisnis, perbankan, dan pemerintah dalam rangka membuka serta memperluas peluang perdagangan antara Indonesia, khususnya Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat, dengan Tiongkok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Makassar memiliki posisi yang strategis sebagai pusat aktivitas ekonomi di kawasan Indonesia Timur. Karena itu, potensi komoditas dan pelaku usaha perlu didukung dengan akses pasar, jaringan bisnis, pembiayaan, dan layanan transaksi internasional yang memadai," ujar Dwi dalam keterangannya, Kamis (10/9).
Dwi menambahkan, Bank Sulselbar ingin mengambil peran lebih besar dalam mendukung kebutuhan pelaku usaha yang menjalankan aktivitas perdagangan lintas negara.
"Di sinilah Bank Sulselbar ingin mengambil peran. Sebagai Bank Devisa, kami hadir sebagai mitra bagi pelaku usaha, tidak hanya dalam menyediakan layanan perbankan, tetapi juga mendukung kebutuhan perdagangan, pengiriman dana, pembiayaan, serta transaksi dengan mitra bisnis di luar negeri," jelasnya.
Melalui kegiatan tersebut, Bank Sulselbar turut memperkenalkan berbagai solusi perbankan yang dapat mendukung aktivitas perdagangan internasional, khususnya melalui layanan Trade Finance dan Remittance, termasuk transaksi dalam mata uang CNY (China Yuan).
Layanan tersebut diharapkan dapat memberikan kemudahan dan efisiensi bagi pelaku usaha dalam menjalankan transaksi dengan mitra bisnis di Tiongkok, sekaligus memperkuat konektivitas antara pelaku usaha lokal dengan pasar internasional.
Lebih dari sekadar forum pertukaran informasi, Business Connection Indonesia-China diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya koneksi dan kerja sama bisnis yang konkret antara pelaku usaha Indonesia dan mitra usaha di Tiongkok.
"Semoga pertemuan ini dapat berlanjut menjadi kerja sama, transaksi, dan hubungan bisnis yang berkelanjutan. Bank Sulselbar siap tumbuh bersama pelaku usaha yang ada di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yang membawa potensi dan produk unggulan daerah menuju pasar internasional," pungkas Dwi.
Melalui Business Connection Indonesia-China, Bank Sulselbar menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem perdagangan internasional sekaligus menjadi mitra strategis bagi pelaku usaha. Dengan dukungan layanan perbankan, pembiayaan, remittance, dan trade finance, Bank Sulselbar berupaya menghubungkan potensi ekonomi daerah dengan peluang pasar global serta mendorong pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.
Mengusung tema "Connecting Business Opportunities Between Indonesia & China Through Bank Sulselbar's Remittance Services", kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk mempertemukan pemerintah daerah, perbankan, pelaku usaha ekspor-impor, serta berbagai pihak yang terlibat dalam aktivitas perdagangan internasional.
Turut hadir perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Besar Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan Sulawesi Selatan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kota Makassar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Makassar, Export Center Makassar, Asosiasi Pengusaha Ekspor Indonesia, perusahaan pelayaran, serta pelaku usaha ekspor-impor.
Forum ini juga menghadirkan narasumber dari Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Shanghai dan Bank of China Jakarta Branch yang memberikan perspektif mengenai peluang perdagangan dan konektivitas bisnis antara Indonesia dan Tiongkok.
