Lactogrow menghadirkan Digestion Expert Lab di Trans Studio Mall (TSM) Makassar sebagai wadah edukasi bagi orang tua untuk memahami pentingnya menjaga kesehatan pencernaan anak. Melalui kegiatan yang berlangsung pada 26-28 Juni 2026 ini, pengunjung dapat mengikuti talkshow bersama dokter spesialis anak, berkonsultasi dengan ahli gizi, hingga mencoba berbagai aktivitas interaktif yang mengedukasi tentang kesehatan saluran cerna.
Pada sesi talkshow Sabtu (27/6/2026), Lactogrow menghadirkan Dokter Spesialis Anak dr Kharisma Andi Akhmad Sp A yang membahas pentingnya menjaga kesehatan pencernaan anak. Dalam kesempatan tersebut, dr Kharisma menjelaskan bahwa gangguan pencernaan pada anak tidak hanya ditandai dengan diare, muntah, atau sembelit, tetapi juga dapat muncul dalam bentuk gejala lain yang kerap tidak disadari orang tua.
Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum menyadari bahwa gejala seperti anak yang sering rewel, mudah tantrum, sulit tidur, hingga mengalami penurunan nafsu makan juga dapat berkaitan dengan masalah pada saluran pencernaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita berbicara masalah pencernaan, yang paling sering dikeluhkan orang tua tentu anak diare, muntah atau nyeri perut. Padahal gangguan pencernaan tidak hanya sebatas itu. Anak yang tiba-tiba rewel, menangis terus, mudah tantrum, nafsu makan terganggu hingga sulit tidur juga bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saluran pencernaan," ujar dr. Kharisma dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab di Makassar, Sabtu (27/6/2026).
Menurutnya, kesehatan saluran cerna memiliki peran penting dalam penyerapan nutrisi. Ketika terjadi gangguan pada sistem pencernaan, proses penyerapan gizi di usus menjadi tidak optimal sehingga dapat berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan anak.
"Pada anak yang mengalami gangguan pencernaan, otomatis terjadi gangguan penyerapan nutrisi di usus. Kondisi ini tentu akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak," jelasnya.
dr Kharisma menjelaskan, salah satu penyebab utama gangguan pencernaan adalah ketidakseimbangan mikrobiota di dalam saluran cerna. Mikrobiota merupakan kumpulan mikroorganisme yang hidup mulai dari mulut, lambung, usus halus, usus besar hingga anus.
Di dalamnya terdapat mikrobiota baik maupun mikrobiota yang berpotensi merugikan. Apabila jumlah mikrobiota yang tidak baik lebih dominan dibandingkan mikrobiota baik, maka keseimbangan saluran cerna akan terganggu dan memicu berbagai keluhan pencernaan.
"Pada anak-anak yang sehat, mikrobiota baik biasanya lebih dominan dibandingkan mikrobiota yang kurang baik. Ketika keseimbangan itu terganggu, risiko gangguan saluran cerna juga meningkat," katanya.
Untuk menjaga keseimbangan mikrobiota tersebut, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang seimbang setiap hari. Selain makanan dan minuman bergizi, dr Kharisma menekankan pentingnya memperhatikan kandungan prebiotik dan probiotik dalam makanan anak.
Menurutnya, prebiotik seperti FOS (Fructooligosaccharides), GOS (Galactooligosaccharides) dan Inulin berfungsi sebagai makanan bagi bakteri baik di usus sehingga membantu menjaga kesehatan saluran cerna. Sementara itu, probiotik seperti Lactobacillus reuteri (L. reuteri). merupakan bakteri baik yang hidup di sepanjang saluran pencernaan dan memiliki berbagai manfaat sesuai lokasi kerjanya.
"Probiotik memiliki banyak manfaat di saluran cerna. Misalnya di lambung dapat membantu mempercepat pengosongan lambung, sementara di usus membantu menjaga keseimbangan mikrobiota sehingga kesehatan pencernaan tetap terjaga," ujarnya.
Salah satu probiotik yang telah banyak diteliti adalah L. reuteri. dr Kharisma mengatakan probiotik L. reuteri telah diuji secara klinis di berbagai negara, termasuk Indonesia, dan menunjukkan manfaat dalam meningkatkan kenyamanan saluran cerna anak.
"Hasil penelitian menunjukkan anak-anak yang mendapatkan L. reuteri cenderung lebih nyaman saluran cernanya. Mereka menjadi lebih ceria, tidak mudah rewel, keluhan konstipasi maupun diare berkurang, kualitas tidur lebih baik, nafsu makan lebih terjaga, sehingga aktivitas belajar dan tumbuh kembangnya juga dapat berjalan lebih optimal," pungkasnya.
