Berita Nasional

Sri Mulyani Ungkap Pelemahan Ekonomi Global Mulai Terlihat

Tim detikFinance - detikSulsel
Rabu, 27 Jul 2022 18:58 WIB
Menkeu Sri Mulyani mengusulkan iuran BPJS Kesehatan yang baru sebesar Rp 160.000 per bulan per jiwa untuk kelas 1.
Menkeu Sri Mulyani (Foto: Lamhot Aritonang)
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkap mulai ada tanda-tanda pelemahan ekonomi global yang perlu diwaspadai Indonesia. Salah satunya terlihat dari indikator Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur yang sebelumnya menguat kini terus menurun.

"Dengan adanya berbagai perkembangan geopolitik, inflasi dan respons policy kita lihat tanda-tanda pelemahan ekonomi global mulai terlihat. Secara global PMI sekarang sudah menurun di 5,2, Thailand sudah nyaris di level 50, Malaysia di 50, Indonesia di 50. Beberapa negara juga menunjukkan adanya PMI Manufaktur yang terkoreksi ke bawah atau cenderung menuju kepada level netral atau bahkan kontraksi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTA secara virtual seperti dilansir dari detikFinance, Rabu (27/7/2022).

Akibat kondisi ini, outlook ekonomi dunia tahun ini direvisi Dana Moneter Inetrnasional (IMF). Jika sebelumnya diprediksi bisa mencapai 3,6% kini dikoreksi menjadi 3,2%. Bahkan perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun depan juga direvisi dari 3,6% menjadi 2,9%.


"Dunia akan mengalami penurunan atau pelemahan pertumbuhan ekonomi tahun ini dan tahun depan. Ini revisi yang bahkan sudah diberikan warning mungkin akan mengalami revisi lagi ke bawah apabila semester kedua ini akan mengalami terjadinya tren pemburukan terutama di sisi inflasi dan respons kebijakannya," tutur Sri Mulyani.

Kenaikan inflasi dan pelemahan ekonomi yang terjadi secara global perlu diwaspadai karena dinilai akan berdampak juga ke Indonesia.

"Jadi inflasi makin tinggi, pertumbuhan makin melemah. Ini kombinasi yang sangat tidak baik bagi lingkungan ekonomi global yang juga harus kita waspadai bisa mempengaruhi Indonesia," bebernya.

Apalagi, Survei Bloomberg yang dirilis belum lama ini memperlihatkan adanaya potensi terjadinya resesi di berbagai negara khususnya di Amerika Serikat (AS), Eropa dan beberapa Negara Asia. Bahkan Indonesia termasuk di dalamnya dengan potensi 3%.

Kendati potensi resesi Indonesia jauh lebih kecil dibanding banyak negara lain, Sri Mulyani meminta agar semua tetap waspada dengan kondisi yang terjadi secara global ini.

"Kita harus tetap waspada karena semua indikator ekonomi dunia itu mengalami pembalikan yaitu dari tadinya recovery jadi pelemahan. Pada saat yang sama kita juga melihat kompleksitas dari policy yang bisa menimbulkan spillover policy dari moneter di negara-negara maju berpotensi menimbulkan spillover atau imbas negatif ke negara-negara di seluruh dunia termasuk Indonesia harus juga waspada," tukasnya.



Simak Video "Sri Mulyani Sebut RI Jadi Negara yang Cepat dalam Pemulihan Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)