Seorang nelayan bernama Abd Jalil (49) diterkam buaya di muara Sungai Mandar, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Korban selamat setelah rekannya memukul reptil tersebut menggunakan dayung.
"Langsung saya ambil dayung, saya lompat pukul badannya itu buaya pakai dayung, langsung lepas gigitannya," ujar rekan korban, Mansur kepada wartawan, Kamis (29/10/2026).
Peristiwa itu terjadi di Dusun Ga'de, Desa Tangnga-Tangnga, Kecamatan Tinambung, Polman Rabu (28/10) sekitar pukul 20.00 Wita. Insiden bermula ketika korban masuk ke dalam sungai untuk menambatkan perahu ketinting yang digunakan melaut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah sampai di pinggir, kita mau perbaiki (posisi) perahu. Itu anggotaku (korban) turun kasihan (ke sungai) untuk ambil tali, mau diikat perahu, di situ mi langsung diterkam," ungkapnya.
Mansur mengaku tidak mengetahui dari arah mana buaya tersebut datang. Dia baru menyadari keberadaan reptil itu setelah mendengar korban berteriak kesakitan.
"Kita tidak tahu dari mana datangnya itu buaya, karena sama sekali tidak terlihat. Nanti saya dengar korban berteriak kesakitan baru saya tahu kalau ada buaya," terangnya.
Menurut Mansur, serangan tersebut berlangsung sangat cepat. Buaya sempat menenggelamkan korban selama beberapa saat sebelum kembali muncul ke permukaan.
"Tidak cukup satu menit dalam gigitan buaya. Sempat tenggelam tapi sebentar sekali, pas naik langsung saya pukul (buaya)," ujarnya.
Mansur menyebut ukuran buaya yang menyerang rekannya cukup besar. Serangan tersebut mengakibatkan sejumlah luka robek pada tubuh korban, terutama di bagian lengan dan pinggang.
"Kalau ukuran kita tidak bisa pastikan karena tidak jelas, karena malam, yang pasti besar. Yang digigit bagian lengan sama pinggang, belakang," ucapnya.
Mansur berharap pemerintah segera mencari solusi agar tidak ada lagi warga yang diserang buaya. Diakui, insiden itu membuat masyarakat setempat khawatir saat hendak beraktivitas di sungai, terutama ketika akan melaut.
"Selaku warga bagaimana ini buaya bisa diatasi, agar kita aman melaut, karena kita itu selalu turun ke sungai kalau mau melaut. Sekarang kita was-was," pungkasnya.
