Renungan Harian Katolik Kamis 22 Oktober 2026: Api yang Memurnikan

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 22 Okt 2026 07:30 WIB
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto: freepik/Freepik)
Makassar -

Renungan harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk mendalami firman Tuhan dan menemukan makna iman dalam kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan refleksi rohani, umat diajak untuk semakin dekat dengan Tuhan serta menjadikan kasih-Nya sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak.

Renungan Katolik Kamis, 22 Oktober 2026, dapat menjadi bahan permenungan untuk memperkuat iman, menumbuhkan harapan, dan belajar memahami kehendak Tuhan dalam setiap perjalanan hidup. Pesan Injil hari ini juga dapat menjadi pengingat bagi umat untuk senantiasa membuka hati terhadap bimbingan Tuhan.

Lantas, apa pesan firman Tuhan yang dapat direnungkan hari ini? Yuk, simak renungan harian Katolik Kamis, 22 Oktober 2026, lengkap dengan bacaan Kitab Suci dan refleksi yang dapat menjadi bekal menjalani aktivitas sehari-hari.

Bacaan Liturgi Katolik Hari Ini 22 Oktober 2026

Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:

Bacaan I: Ef 3:14-21

Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa,

yang dari pada-Nya semua turunan yang di dalam sorga dan di atas bumi menerima namanya.

Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu,

sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih.

Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus,

dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.

Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

bagi Dialah kemuliaan di dalam jemaat dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya. Amin.

Mazmur Tanggapan: Mzm 33:1-2.4-5.11-12.18-19

Bersorak-sorailah, hai orang-orang benar, dalam TUHAN! Sebab memuji-muji itu layak bagi orang-orang jujur.

Bersyukurlah kepada TUHAN dengan kecapi, bermazmurlah bagi-Nya dengan gambus sepuluh tali!

Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan.

Ia senang kepada keadilan dan hukum; bumi penuh dengan kasih setia TUHAN.

tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.

Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!

Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,

untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.

Bacaan Injil: Luk 12:49-53

"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!

Aku harus menerima baptisan, dan betapakah susahnya hati-Ku, sebelum hal itu berlangsung!

Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

Karena mulai dari sekarang akan ada pertentangan antara lima orang di dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga.

Mereka akan saling bertentangan, ayah melawan anaknya laki-laki dan anak laki-laki melawan ayahnya, ibu melawan anaknya perempuan, dan anak perempuan melawan ibunya, ibu mertua melawan menantunya perempuan dan menantu perempuan melawan ibu mertuanya."

Renungan Harian Katolik Hari Ini 22 Oktober 2026: Api yang Memurnikan

"Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapa Aku menginginkan api itu telah menyala! (Luk. 12:49)

Bacaan Injil hari ini yang diambil dari Luk. 12:49-53 sangat menarik, tapi juga sulit dipahami. Memperhatikan konteks, Lukas bab 12 menceritakan Yesus sedang mengajar ribuan orang yang berdesak-desakan di sekeliling-Nya.

Dalam bab ini, Yesus banyak memberi pesan dan juga peneguhan. Pada perikop ini, Yesus hendak membuka mata para murid bahwa proses pemurnian bukan hal yang mudah.

Api berfungsi memurnikan. Dalam upaya kita menjadi murid yang sesungguhnya, kita akan mengalami proses pemurnian melalui api membara.

Dengan selalu mengandalkan Dia, maka kita akan dimampukan menjalani proses pemurnian ini dan kelak menghadap Bapa dengan jiwa yang murni. Yesus juga hendak mengingatkan bahwa Kerajaan Allah tidak selalu disambut dengan sukacita.

Hal yang nyata dialami oleh Gereja perdana. Terjadi pertentangan antara orang Yahudi dan Kristen. Di sinagoga, orang Kristen sering diusir.

Awal tahun 1990 saya tinggal di Karang Tengah sebagai warga Paroki Ciledug. Karena tidak memiliki gedung gereja, maka Misa harus berpindah-pindah lokasi.

Walau belum ada gedungnya, namun nama gereja sudah dipilih, yakni Gereja Santa Bernadet. Ada kala, panitia membeli tanah di sebelah Sekolah Sang Timur Ciledug. Izin membangun sudah di tangan.

Tapi saat baru upacara ground breaking, tiba-tiba muncul penolakan dari warga. Jalan menuju kompleks sekolah ditutup tembok. Gereja mengalah, proyek tidak dilanjut.

Kisah upaya Paroki Ciledug mewujudkan gedung gereja terus berlanjut dengan mencari lokasi-lokasi berbeda, namun tetap mengalami penolakan. Setelah berjuang puluhan tahun, maka beberapa tahun lalu akhirnya Gereja Santa Bernadet berdiri megah di kawasan perumahan Graha Raya.

Nama paroki terpaksa diubah, karena lokasi sudah jauh dari Ciledug. Kini kita kenal sebagai Paroki Pinang.

Dalam kehidupan ini, kita sering menghadapi api pemurnian. Kita perlu bersabar dan tidak menyerah. Tuhan menjanjikan keselamatan, bila kita mengandalkan Dia.

Api demi api, boleh dijumpai. Bersama Tuhan, satu per satu api berlalu dan padam. Akhirnya, kita dengan bangga memuliakan nama Tuhan, karena kita mengimani semua berkat penyertaan-Nya.

Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Fidensius Gunawan

Doa

Tuhan Yesus, berkenanlah senantiasa menyertai kami dalam setiap langkah kami. Yesus, Engkau andalanku. Amin.

Itulah renungan harian Katolik Kamis, 22 Oktober 2026 lengkap dengan bacaannya. Salam sejahtera, detikers!



Simak Video "Video: 1 Tahun Wafatnya Paus Fransiskus, Paus Leo Beri Penghormatan"

(alk/alk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork