Kawanan Monyet Serbu Permukiman Warga Pinrang Imbas Karhutla

Kawanan Monyet Serbu Permukiman Warga Pinrang Imbas Karhutla

Muhclis Abduh - detikSulsel
Selasa, 20 Okt 2026 13:46 WIB
Kawanan 25 monyet hitam muncul di permukiman Pinrang, diduga akibat kebakaran hutan.
Foto: Kawanan 25 monyet hitam muncul di permukiman Pinrang, diduga akibat kebakaran hutan. (dok. istimewa)
Pinrang -

Kawanan monyet hitam masuk ke area perkebunan hingga permukiman warga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kawanan monyet itu berjumlah sekitar 25 ekor.

"Iya, itu ada laporan warga ada monyet sekitar 25 ekor yang muncul di kebun warga mencari makanan," ujar Kepala Seksi Perlindungan KPH Sawitto, Andi Suardi kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Kawanan monyet itu masuk ke kebun warga di Kelurahan Betteng, Kecamatan Lembang, pada Senin (19/10) sekitar pukul 17.00 Wita. Monyet-monyet tersebut diduga keluar dari kawasan hutan untuk mencari makanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mungkin (keluar) dia keluar ke pemukiman masyarakat untuk mencari makanan karena kebakaran terjadi di hutan atau habitatnya," katanya.

Suardi menegaskan monyet yang terlihat di kawasan tersebut merupakan satwa yang dilindungi. Kawanan monyet maura itu perlu mendapatkan penanganan sesuai prosedur konservasi satwa liar.

ADVERTISEMENT

"Ini jenisnya Macaca Maura. Jenis monyet yang dilindungi," terangnya.

Menurutnya, kemunculan monyet dalam jumlah besar kali ini terbilang berbeda dari biasanya. Satwa tersebut memang kerap terlihat, tetapi umumnya hanya satu atau dua ekor yang berada di atas pohon.

"Biasa memang muncul dan itu pun cuman di atas pohon dan hanya satu sampai dua ekor. Kali ini mereka rombongan atau dalam jumlah banyak yang keluar," jelasnya.

Terkait penanganan satwa tersebut, KPH Sawitto mengimbau masyarakat melaporkan jika menemukan monyet di lahan atau kebun mereka. Laporan itu selanjutnya akan diteruskan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) untuk penanganan lebih lanjut.

"Biasanya warga melaporkan sama kita kalau monyet ada di lahan masyarakat. Berarti KPH juga melaporkan ke kantor BKSDA," imbuhnya.

Sebagai langkah awal, KPH Sawitto berencana melakukan patroli untuk memantau keberadaan dan pergerakan kelompok monyet tersebut. Hasil pemantauan nantinya akan menjadi dasar untuk berkoordinasi dengan BKSDA terkait langkah penanganan.

"Terutama dulu patroli, lihat di mana keberadaannya, baru kita laporkan ke BKSDA," tutupnya.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads