Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) masih terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Salah satu pengendara mobil sampai membawa bekal makanan karena harus mengantre berjam-jam.
Pantauan detikcom di SPBU Politeknik Manado pada Sabtu (17/10/2026) pukul 15.00 Wita, antrean kendaraan mobil tampak mengular sampai ke jalan. Puluhan mobil yang berjejer di Jalan Raya Politeknik menuju ke arah Jalan AA Maramis.
Antrean sepeda motor juga ikut mengular panjang di sisi sebelah kiri jalan. Satu lajur Jalan Raya Politeknik digunakan sebagai parkir kendaraan yang menunggu giliran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Arus lalu lintas tampak padat karena ruang jalan yang menyempit. Dua kendaraan dari arah berlawanan bahkan tidak bisa melintas secara bersamaan dan terpaksa bergantian menggunakan satu jalur tersisa.
Keadaan menjadi jauh lebih parah ketika truk kontainer berukuran besar melintas di kawasan tersebut. Truk kesulitan melintas karena jalan terhambat antrean kendaraan lain.
Sejumlah sopir mobil yang sedang mengantre tampak berinisiatif turun ke jalan mengatur lalu lintas. Hal ini agar bisa mengurai kemacetan dari kedua arah agar kendaraan bisa saling berbagi jalur.
Antrean panjang juga terjadi di SPBU Jalan Adipura Raya, Kelurahan Kima Atas, Kecamatan Mapanget, Kota Manado. Situasi ini dikeluhkan pengendara mobil karena harus menunggu lama agar mendapat pertalite.
"Saya berpikir antre bisa lama, sehingga menyiapkan bekal makanan dari rumah," kata pengendara mobil bernama Detty kepada detikcom.
Detty mendampingi suaminya saat mengantre. Beruntung dia sudah membawa bekal untuk dimakan sampai harus menunggu hampir 7 jam agar bisa mengisi pertalite.
"Saya mulai antri pukul 06.00 Wita di SPBU Tugu Adipura, selesai antrian dan bisa mengisi pertalite pukul 12.45 Wita," imbuhnya.
Detty yang merupakan pendeta ini berharap antrean BBM bisa segera berakhir. Dia mengaku antrean BBM kerap menghambat aktivitasnya ketika selesai memberikan pelayanan di gereja.
"Saya biasa bawa kendaraan mobil, tapi karena sulit antrean panjang di SPBU Kota Tomohon, sehingga saat pelayanan di Minahasa hanya menggunakan motor agar lebih irit," imbuh Detty.
