Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) menghanguskan 20 hektare area di Kecamatan Anreapi, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Petugas membutuhkan waktu 7 jam untuk memadamkan api menggunakan tangki gendong dan ranting kayu.
"Kebakaran melahap lahan seluas kurang lebih 20 hektare," kata Kepala Bidang Damkar Polman, Imran kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).
Kebakaran terjadi di Desa Pappandangan dan Desa Kelapa Dua, Kecamatan Anreapi, Rabu (14/10) sekira pukul 11.30 Wita. Pemadaman menghadapi kendala medan yang terjal serta sulitnya akses kendaraan menuju titik api.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehingga petugas harus berjalan kaki dan menggunakan metode manual seperti pendinginan dengan tangki semprot, penguraian menggunakan ranting pohon, lokalisir, serta pemutusan rantai api," terangnya.
"Setelah berjibaku selama kurang lebih 7 jam, api berhasil dikendalikan. Meski demikian, proses pemantauan terus dilakukan mengingat beberapa titik masih dalam tahap pendinginan," tambah Imran.
Sementara Kasubsektor Anreapi Ipda Surman menuturkan, angin kencang membuat api cepat berkobar. Appi membakar tanaman yang sudah lama mengering imbas kemarau panjang.
"Kondisi angin kencang membuat api cepat berkobar dan menjalar membakar tumbuhan yang sudah lama mengering," ucap Surman.
Surman menyebut sebagian area terbakar merupakan kebun produktif milik sejumlah warga. Dia memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
"Yang terbakar sebagian besar kebun produktif yang ditumbuhi berbagai jenis tanaman seperti cokelat, durian, cengkeh dan langsat," imbuhnya.
Dia belum mengetahui pemicu kebakaran. Pihaknya masih menyelidiki sumber api penyebab karhutla.
"Tidak ada korban jiwa. Sampai saat ini masih dilalukan lidik terkait penyebab pasti terjadinya kebakaran tersebut," pungkas Surman.
