Musda DPD II, Golkar Sulsel Bakal Survei Elektabilitas Kandidat

Musda DPD II, Golkar Sulsel Bakal Survei Elektabilitas Kandidat

Sahrul Alim - detikSulsel
Selasa, 13 Okt 2026 18:15 WIB
Rapat koordinasi pengurus harian DPD Golkar Sulsel bersama ketua DPD Golkar kabupaten/kota, di Kantor Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar.
Rapat koordinasi pengurus harian DPD Golkar Sulsel bersama ketua DPD Golkar kabupaten/kota, di Kantor Golkar Sulsel, Jalan Amanagappa, Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

DPD Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel) bakal mengecek elektabilitas bakal calon ketua DPD II Golkar kabupaten dan kota lewat survei. Golkar Sulsel menjadikan hasil survei itu sebagai referensi untuk menemukan calon potensial di setiap daerah.

"Iya, survei itu hanya untuk bahan DPD I melihat elektabilitas calon ketua, kemudian bagaimana elektabilitas partai di setiap daerah saat ini sebagai bahan referensi," ujar Sekretaris Golkar Sulsel Rahman Pina kepada detikSulsel, Selasa (13/10/2026).

Meski demikian, RP sapaan Rahman Pina mengakui survei elektabilitas tak menjadi syarat wajib untuk maju sebagai bakal calon. Persyaratan untuk bertarung di Musda tetap mengacu pada petunjuk teknis dan pelaksanaan Musda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira tidak perlu, karena kan ya memang mekanismenya sudah begitu (sesuai juknis dan juklak). Itu sudah baku. Atau kalau misalnya ada survei terkait dengan ketokohannya itu untuk bahan preferensi DPD I untuk persiapan menghadapi Pemilu," katanya.

Dia mengakui ketua terpilih idealnya merupakan sosok yang juga masuk bursa calon kepala daerah atau paling tidak potensial maju calon anggota legislatif (caleg). Adapun gambaran syarat calon ketua DPD II di antaranya pernah menjadi pengurus dan didukung minimal 30% pimpinan cabang (pincam).

"Itu (survei) tidak menjadi syarat wajib, itu hal tersendiri. Kalau untuk menjadi ketua memang juklaknya sudah baku, pernah menjadi pengurus di semua tingkatan, kemudian didukung oleh 30% pemilik suara dan lainnya," katanya.

ADVERTISEMENT

Salah satu daerah yang paling siap menggelar Musda yakni DPD II Golkar Pinrang. Mereka telah menggelar rapat pleno dan mengusulkan jadwal Musda pada awal November mendatang. DPD Pinrang mendukung rencana DPD I Golkar Sulsel menyiapkan survei elektabilitas.

"Kami sudah pleno, dan sudah kami usulkan jadwal musda awal November. Jadi survei itu salah satu instrumen untuk mengukur potensi kader yang akan maju di Musda. Memang survei elektabilitas perlu dilakukan. Ini untuk mengetahui tingkat ketokohan bakal calon di daerahnya, baik eksternal maupun di internal Golkar," ujar Ketua DPD Golkar Pinrang Usman Marham.

Wakil Ketua Koordinator Bidang Pengembangan SDA dan Infrastruktur Golkar Sulsel ini menyebut survei akan menjaring figur potensial. Dia berharap agar calon ketua yang terpilih punya ketokohan baik di internal Golkar maupun di tengah masyarakat.

"Ini juga menjadi dasar objektif bagi DPD Golkar Sulsel untuk melihat potensi agar yang maju adalah kader-kader Golkar potensial. Tepat sekali survei ini dilakukan oleh DPD Golkar Sulsel," katanya.

Usman sendiri mengaku telah memutuskan tidak bertarung di Musda meski kepengurusannya baru satu periode. Dia menginginkan regenerasi kepemimpinan dan memilih fokus jadi pengurus DPD I Golkar Sulsel.

"Karena saya ingin ada regenerasi kepemimpinan maka saya kasih kesempatan bagi yang lain untuk maju. Meskipun seluruh pimcam masih menginginkan saya maju kembali, jadi saya memilih fokus di Golkar provinsi," katanya.

"Saya ingin calon ketua Golkar Pinrang adalah orang yang memiliki pengalaman organisasi. Minimal calon ketua yang maju pernah berkecimpung di organisasi seperti HMI, PMII dan organisasi lainnya. Sehingga tidak buta-buta menjalankan organisasi," pungkasnya.



(asm/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads