Serangan kelompok Houthi di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi, membuat situasi mencekam. Serangan itu juga mengakibatkan 53 calon jemaah umrah terlantar di Makassar karena penerbangan ke Arab Saudi dibatalkan pihak maskapai.
Diketahui, Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, Arab Saudi diserang rudal oleh kelompok Houthi pada Kamis (8/10). Serangan tersebut memicu kebakaran hebat hingga menghentikan operasional bandar.
Penerbangan menuju Arab Saudi kemudian dibatalkan pihak maskapai. Jemaah calon umrah yang hendak berangkat pun tertahan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pada Senin (12/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya betul (jemaah terlantar), dampak dari eskalasi politik Saudi, penerbangan dibatalkan," ujar Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulsel Ikbal Ismail kepada detikSulsel, Senin (12/10).
Kanwil Kemenhaj yang menerima laporan jemaah telantar tersebut langsung menurunkan tim ke lokasi untuk melakukan pendataan. Pihaknya berharap agar travel menenangkan para jemaah untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan.
"Saya mengharapkan kepada jemaah, terutama pimpinan-pimpinan travel, untuk menenangkan jemaahnya karena ini demi keselamatan jiwa jemaah itu sendiri," katanya.
Menurutnya kejadian ini tidak bisa dihindari usai penerbangan di Bandara Riyadh Saudi dihentikan. Selain itu, Ikbal meminta pihak travel memantau perkembangan negara tujuan sebelum memberangkatkan jemaah.
"Karena ini faktor post major ya, pemberhentian di Saudi. Ke depan pimpinan travel harus pandai melihat kondisi politik di Saudi untuk memperlakukan jemaah umrahnya," imbuhnya.
53 Jemaah Calon Umrah Tertahan
General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Ruly Artha mengatakan ada 53 jemaah umrah dari travel Mudah Menuju Baitullah yang tertahan di bandara. Mereka batal berangkat karena penerbangan lanjutan Malaysia Airlines rute Kuala Lumpur-Madinah dibatalkan.
"Menanggapi video yang beredar mengenai penundaan perjalanan umrah, dapat kami sampaikan bahwa penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar-Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan total 30 penumpang reguler," kata Ruly dalam keterangannya, Senin (12/10).
Dia menegaskan penerbangan Malaysia Airlines MH846 rute Makassar-Kuala Lumpur tetap beroperasi dengan mengangkut 30 penumpang reguler. Sementara 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan dan tidak diberangkatkan pada penerbangan tersebut.
"Dari total 83 penumpang yang direncanakan melakukan perjalanan, hanya 30 penumpang reguler yang diberangkatkan menuju Kuala Lumpur. Sementara itu, 53 calon jemaah umrah mengalami penundaan keberangkatan," katanya.
Dia menambahkan, tidak terdapat penerbangan langsung menuju Madinah maupun Jeddah dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pada hari tersebut. Manajemen bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan pihak terkait untuk memantau perkembangan situasi penerbangan.
Ruly juga mengimbau calon jemaah umrah beserta keluarga untuk berkomunikasi dengan maskapai dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing guna memperoleh informasi terbaru mengenai jadwal keberangkatan. Masyarakat juga diminta merujuk pada kanal informasi resmi dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
