Speedboat milik Pemkab Fakfak yang membawa 10 pejabat hingga legislator mengalami kebocoran di perairan Sorong Selatan (Sorsel), Papua Barat Daya. Kapal cepat tersebut mengalami kecelakaan laut saat mengantar satu jenazah staf DPRD Fakfak.
"Speedboat milik Pemkab Fakfak yang mana sedang membawa ada jenazah pegawai DPRD Fakfak," ungkap Kapolres Sorong Selatan AKBP Praja Gandha Wiratama kepada detikcom, Senin (12/10/2026).
Speedboat tersebut awalnya berangkat dari Kota Sorong pada Minggu (11/10) sekitar pukul 10.00 WIT. Kapal yang membawa jenazah wanita tersebut hendak menuju Kampung Kokas, Fakfak.
"Jenazah almarhum bernama Ida Aulia Haremba, salah satu staf DPRK Kabupaten Fakfak yang diberangkatkan dari Sorong, rencana menuju Kampung Kokas," paparnya.
Dalam perjalanan, kapal tersebut belakangan mengalami kebocoran di perairan Sorsel, Minggu (11/10) sekitar pukul 19.00 Wita. Nakhoda kapal lantas memutuskan menepikan kapal di Kampung Siri-siri, Distrik Inanwatan.
"Speedboat Pemkab Fakfak mengalami kebocoran, sehingga kapten kapal memutuskan menepi dan mencari perlindungan ke darat di daerah sekitar Kampung Siri-siri," tuturnya.
Polsek Inanwatan pun mendapat laporan setelah kapal tersebut sempat diinformasikan hilang kontak dan tenggelam. Aparat kepolisian pun diturunkan melakukan pengecekan di Kampung Siri-siri, Senin (12/10) pagi.
"Mereka (personel Polsek Inanwatan) sampai di Kampung Siri-siri dan berhasil menemukan rombongan tersebut, yang mana speed dalam keadaan bocor," beber Praja.
Sementara itu, sebanyak 10 penumpang dalam kapal juga dipastikan selamat dan sementara dalam proses evakuasi. Polisi juga memastikan speedboat tidak sampai tenggelam.
"Penumpangnya ada 10. Jenazah satu yang dibawa dari Sorong yaitu staf anggota DPRD Fakfak," ucap Kasat Polair Polres Sorsel, Iptu Asmara Jaya yang dikonfirmasi terpisah.
Satu jenazah tersebut juga sudah dievakuasi dari speedboat tersebut. Saat ini para penumpang dan jenazah masih menunggu untuk dijemput dan dibawa melanjutkan perjalanan ke Kampung Kokas.
"Rencana akan ada bantuan dari Basarnas yang akan menjemput mereka. Sampai saat ini mereka masih menunggu bantuan jemputan untuk untuk melanjutkan ke Kokas," jelasnya.
Asmara belum memastikan penyebab kebocoran speedboat. Pihaknya masih melakukan penyelidikan.
"Sampai saat ini kita masih mendalami mengenai penyebab kebocoran," imbuh Asmara.
Diketahui, speedboat itu membawa 10 penumpang mulai dari pejabat Pemkab Fakfak, anggota DPRD Fakfak, termasuk nakhoda kapal. Bahkan ada satu di antaranya merupakan anggota DPRD Papua Barat, Badaruddin Herembe.
Selain itu ada Pj Sekda Fakfak Aroby Hindom, Asisten I Pemkab Fakfak Arif Rumagesan, anggota DPRD Fakfak Wa Ode Sahara, Kepala Bagian Umum Pemkab Fakfak Kris Ubra.
Sisanya merupakan dua Staf Bagian Umum Pemkab Fakfak bernama Kokter dan Fiky Geredenggo. Selain itu ada kaptel kapal Harun Serbunit dan dua warga lain bernama Anawiah IHA dan M Ali Heremba.
Simak Video "Video: Sembilan Hari Usai Karam, Bangkai KM Virgo, Akan Diangkat"
(sar/asm)